Rusun Rawa Buntu Jadi Contoh Hunian Terintegrasi Stasiun Kereta

    Rizkie Fauzian - 17 April 2021 17:22 WIB
    Rusun Rawa Buntu Jadi Contoh Hunian Terintegrasi Stasiun Kereta
    Rusun di Stasiun Rawa Buntu memasuki tahap topping off. Foto: Kementerian PUPR



    Tangerang: Tower Cattleya di rumah susun (rusun) dekat Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan memasuki tahap topping off atau pengecoran akhir atap. Rusun tersebut dibangun di atas lahan seluas 24.626 meter persegi.

    Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) memiliki 6 tower dengan total hunian sebanyak 3.632 unit. Pada tahap pertama dibangun sebanyak 3 tower terdiri dari 1.816 unit yang terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian non subsidi. 

     



    "Di Stasiun Rawa Buntu akan ada dua tower khusus untuk MBR, sehingga tidak hanya untuk komersial," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 April 2021.

    Basuki mengatakan pembangunan rusun ini sebagai salah satu solusi terhadap isu penyediaan perumahan dan  kemacetan di kota besar. Rusun ini tidak hanya bertujuan pada integrasi  moda transportasi, tetapi juga ke pengembangan kawasan dan kota (urban development) sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh perkotaan. 

    "Selalu saya promosikan bahwa jika anda beli rusun TOD, maka beli rumah dapat kereta api, yakni diantar jemput kereta api. Terjamin transportasinya, apalagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah meningkat kualitas pelayanannya," jelasnya.

    Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, konsep rusun TOD merupakan sinergi transportasi umum dan pemenuhan kebutuhan perumahan. 

    "Tidak hanya mengurangi beban kemacetan, juga akan mengurangi beban emisi. Ini menjadi hal solutif yang baik, sekaligus untuk meningkatkan sosialisasi antar penghuni karena tersedianya fasilitas sosial terpadu seperti sarana olahraga," ungkapnya. 

    Erick menambahkan, pembangunan rusun TOD merupakan salah satu langkah Perumnas memperbaiki model bisnisnya melalui sinergitas dengan BUMN lainnya, bahkan ke depan didorong kerja sama dengan swasta sebagai sebuah terobosan.

    "Program ini harus berjalan dan tepat waktu, karena setiap tahun kita kekurangan pemenuhan rumah. Bagaimana tanah-tanah milik KAI dimanfaatkan untuk rusun TOD, ini salah satu sinergitas yang sangat baik," ujarnya. 

    Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan rusun TOD Rawa Buntu merupakan proyek sinergi BUMN, dimana penyediaan lahan dari PT KAI dan pembangunannya oleh Perumnas dengan kontraktor PT Adhi Karya. 

    "Rusun ini akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga, sarana peribadatan, komunal space seperti jogging track," katanya. 

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id