Dulu Kost-kostan, Sekarang Co-living

    Rizkie Fauzian - 11 Februari 2019 07:21 WIB
    Dulu <i>Kost-kostan</i>, Sekarang <i>Co-living</i>
    Lobby sebuah gedung co-living di London barat, Inggris. Trend ini muncul di London sebagai jawaban atas krisis hunian layak bagi pekerja pemula berpendapatan pas-pasan. AFP Photo/Daniel Leal-Olivas
    Jakarta: Setelah co-working space, kini co-living mulai menjadi trend di Jakarta. Istilahnya yang ngenglish memang terdengar keren, tapi konsepnya nyaris tidak ada bedanya dengan kost-kostan.

    "Konsepnya sudah terbentuk dengan baik, bentuk hunian seperti co-living ini bukan hal baru di Indonesia," kata Head of Research JLL Indonesia, James Taylor dalam keterangan tertulis.

    Konsep hunian tersebut mulai berkembang karena populasi anak muda di indonesia terus bertambah. Selain itu, proses urbanisasi yang sangat cepat menjadi latar belakang terjadinya pertumbuhan akan permintaan bentuk hunian bersama.

    Dulu <i>Kost-kostan</i>, Sekarang <i>Co-living</i>
    Fasilitas pribadi bagi penghuni hanyalah kamar yang tidak lebih luas dari unit apartemen studio. Tidak ada kamar mandi di dalamnya. AFP Photo/Daniel Leal-Olivas


    "Proses urbanisasi merubah cara dan tempat tinggal manusia. Tetapi, penerimaan masyarakat terhadap prinsip ekonomi saling-berbagi (shared-economy) berhasil menjadikan sektor kehidupan sebagai alternatif untuk hunian," jelasnya.

    Proyek transportasi massal yang akan datang juga menjanjikan peluang bagi para pemilik hunian bersama. MRT akan mulai beroperasi pada bulan Maret dan disusul oleh LRT di tahun yang sama.

    "Terutama LRT mungkin akan dapat menyediakan akses yang nyaman ke lokasi-lokasi yang terletak di Jabodetabek yang dulunya tidak pernah dilirik karena kemacetan lalu lintas yang parah serta waktu tempuh yang panjang dari dan ke wilayah-wilayah pusat kegiatan di pusat kota," papar Taylor.

    Dulu <i>Kost-kostan</i>, Sekarang <i>Co-living</i>
    Tidak cuma ruang makan, livingroom dan gym yang merupakan fasilitas bersama. Kamar mandi juga untuk digunakan bersama-sama penghuni lain. AFP Photo/Daniel Leal-Olivas


    Para investor semakin berminat pada konsep hunian terintegrasi transportasi massal atau Transit Oriented Developments (TOD) sementara beberapa dari antara mereka terus menjajaki kemungkinan untuk mengoperasikan hunian bersama di titik-titik strategis untuk transportasi massal ini.

    "Berkurangnya waktu perjalanan kemungkinan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk memilih lokasi-lokasi ini sebagai hunian dan kita berharap para investor akan merespon hal ini dengan penawaran berbagai macam hunian," jelasnya.

     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id