Dampak Virus Korona ke Sektor Properti

    Suci Sedya Utami - 26 Februari 2020 14:59 WIB
    Dampak Virus Korona ke Sektor Properti
    Dampak virus Korona terhadap sektor properti. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Dampak virus korona turut memengaruhi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satunya sektor yang paling terdampak adalah pariwisata. Lantas bagaimana dengan sektor properti?

    Kepala Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Faturohman mengatakan bahwa dampak korona ke sektor properti tidak sebesar ke sektor pariwisata.

    "Tapi orang lebih memilih menahan uang di bank dari pada beli rumah," ujar Faturohman saat bincang-bincang media di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan bila pertumbuhan ekonomi terkoreksi maka akan memengaruhi daya beli masyarakat. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya tahan ekonomi. 

    Salah satunya memberikan dukungan berupa insentif bagi 10 destinasi wisata utama. Insentif diberikan dalam bentuk penghapusan pajak hotel dan restoran di kawasan wisata tersebut selama enam bulan.

    "Restoran mendapat insentif tidak harus membayar pajak selama enam bulan ke depan ini untuk 10 destinasi wisata," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.
     
    Ani menjelaskan nantinya pemerintah pusat akan memberikan kompensasi berupa hibah atas pengurangan pajak tersebut agar daerah tetap akan mendapatkan pemasukan.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id