Tata Kawasan Kumuh Lampung, Pemerintah Gelontorkan Rp25,83 Miliar

    Rizkie Fauzian - 24 Maret 2021 17:53 WIB
    Tata Kawasan Kumuh Lampung, Pemerintah Gelontorkan Rp25,83 Miliar
    Peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui National Slum Upgrading Program (NSUP) dilaksanakan sejak 2020. Foto: Kementerian PUPR



    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penataan kawasan kumuh Sakai-Sambaiyan, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. 

    Peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui National Slum Upgrading Program (NSUP) dilaksanakan sejak 2020, dengan sejumlah infrastruktur terkait telah rampung dan ditargetkan selesai 2021. 






    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kota Tanpa Kumuh merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

    "Khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Maret 2021.

    Penataan kawasan kumuh Sakai-Sambaiyan mencakup lima lokasi yakni di Pringsewu Barat, Pringsewu Selatan, Pringsewu Utara, Podomoro, dan Sidoharjo dengan anggaran 2020-2021 sebesar Rp25,83 miliar. 

    Untuk pekerjaannya dilakukan kegiatan berupa pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), TPS Terpadu (TPST), Sumur Bor, pekerjaan lansekap dan utilitas, pembangunan jalan beton, talud dan gorong-gorong. 

    Pada Januari 2021 telah diresmikan tiga TPS3R yang berada di tiga kelurahan, yaitu di Kelurahan Pringsewu Barat, Pringsewu Utara dan Pringsewu Selatan oleh Bupati Pringsewu Sujadi. 

    Peresmian TPS3R tersebut ditandai dengan penyerahan kunci bangunan kepada masing-masing pengelola TPS3R, serta uji coba pengoperasian mesin pengolahan sampah, yang dipusatkan di TPS3R Pringsewu Barat. 

    Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung Kementerian PUPR Maria Doeni Isa berharap melalui pembangunan tiga TPS3R Pringsewu dapat menjadi destinasi wisata edukasi sampah, dan pemanfaatan sampah untuk menjadi keterampilan.

    Pembangunan yang telah rampung pada kegiatan skala kawasan tersebut, dikatakan Isa, di antaranya adalah tiga gedung TPS3R, tiga titik sumur bor, landscape dan utility, jalan rigid beton sepanjang 2,628 km yang terbagi di Pringsewu Barat (657 meter), Pringsewu Utara (1,113 km) dan Pringsewu Selatan (856 meter), kemudian talud, serta gorong-gorong yang tersebar di ketiga kelurahan. 

    "Pada 2021 ini akan dilaksanakan juga pembangunan TPST di Pekon Podomoro dan Sidoharjo. Hal ini tak terlepas dari komitmen Pemkab Pringsewu dalam rangka mewujudkan nol persen kawasan kumuh di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

    Pembangunan yang telah rampung pada kegiatan skala kawasan tersebut, di antaranya tiga gedung TPS3R, tiga titik sumur bor, landscape dan utility, jalan rigid beton sepanjang 2,626 km yang terbagi di Pringsewu Barat (657 meter), Pringsewu Utara (1,113 km) dan Pringsewu Selatan (856 meter). Kemudian talud, serta gorong-gorong yang tersebar di ketiga kelurahan.


    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id