BPKN: Sertifikat Rumah Paling Banyak Dikeluhkan Konsumen

    Antara - 08 Juni 2021 18:23 WIB
    BPKN: Sertifikat Rumah Paling Banyak Dikeluhkan Konsumen
    BPKN mencatat kasus sertifikat rumah paling banyak dikeluhkan konsumen. Foto: MI



    Tanjungpinang: Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mencatat angka pengaduan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun ini jumlah pengaduan mencapai 2.398 dengan kerugian capai Rp1 triliun.

    Anggota Komisi 1 Penelitian dan Pengembangan mewakili unsur akademisi Megawati Simanjuntak mengatakan, perumahan merupakan salah satu pemicu meningkatnya jumlah pengaduan konsumen.

     



    Untuk kasus perumahan, rata-rata dipicu masalah sertifikat, yang mana pembeli sudah melunasi cicilan rumah. Namun tidak mendapatkan sertifikat dari pengembang atau developer.

    "Bahkan ada pengembang mengagunkan sertifikat pemilik rumah ke bank, padahal itu tidak boleh. Termasung pengembang pailit, yang menyebabkan konsumen dirugikan," katanya di Tanjungpinang, Selasa, 8 Juni 2021.

    Megawati memastikan BPKN akan berupaya melindungi serta memulihkan hak-hak konsumen yang merasa dirugikan. Jika ada konsumen yang tidak mendapat sertifikat rumah segera laporkan ke BPKN.

    "Apabila ada konsumen yang tidak mendapatkan sertifikat rumah dari pengembang, maka bisa langsung melapor ke BPKN atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tingkat kabupaten/kota hingga provinsi," jelasnya.

    Dirinya menambahkan, BKPN sebelumnya akan mengupayakan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu. Jika tidak ada jalan keluar, bisa menempuh jalur hukum.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id