Pemerintah Dorong Pengembangan Kota di Luar Jawa - Medcom

    Pemerintah Dorong Pengembangan Kota di Luar Jawa

    Rizkie Fauzian - 07 Oktober 2019 12:31 WIB
    Pemerintah Dorong Pengembangan Kota di Luar Jawa
    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto:MI/Rudi Agung)
    Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan mendukung pengembangan kota-kota di luar Pulau Jawa. Dengan demikian, pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan tercapai.

    Enam kota yang menjadi fokus adalah Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Denpasar, dan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. 

    "Dengan adanya pengembangan kota metropolitan tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan PDB nasional," kata Menteri Basuki, beberapa waktu lalu. 

    Dalam kajian Bappenas disebutkan bahwa di Indonesia, setiap pertumbuhan 1 persen penduduk perkotaan akan meningkatkan 1,4 persen PDB per kapita di Indonesia. 

    Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Tiongkok, yaitu setiap pertumbuhan 1 persen penduduk berkontribusi minimal 3 persen PDB per kapita atau di Asia Timur dan Pasifik sebesar 2,7 persen. 

    "Artinya, Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibandingkan negara-negara tetangga," katanya.

    Pembangunan kota-kota di luar Pulau Jawa juga untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang telah membangun fondasi pembangunan lebih tangguh, lebih produktif, dan merata. 

    Juga sebagai fondasi pembangunan Indonesia sentris, bukan Jawa sentris. Salah satunya dalam percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia. 

    Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan pengelolaan urbanisasi secara optimal agar kota-kota metropolitan yang dikembangkan menarik minat investor. 

    Seiring dengan hal tersebut, Menteri Basuki mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi dan merelaksasi semua aturan yang dinilai menghambat investasi dengan omnibus law

    Menteri Basuki menambahkan urbanisasi bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan kesempatan untuk berkembang. Asalkan pelaksanaan urbanisasi dilakukan dengan memenuhi tiga syarat, yaitu direncanakan dengan matang (well-planned), didukung regulasi yang mantap (well-regulated), dan dibiayai secara terencana dengan cermat (well-financed)

    "Melalui planning, regulasi, dan finance yang baik, maka urbanisasi bukan lagi beban, tetapi menjadi engine of growth," katanya.

    Perkembangan kota dan urbanisasi telah mengubah perilaku dan perekonomian masyarakat setempat. Misalnya, pembangunan Tol Trans Jawa telah mengubah pola perilaku masyarakat. Kawasan industri baru bermunculan mulai dari Subang, Kendal, Ngawi, hingga Pasuruan.

    "Informasi dari Asian Development Bank (ADB) menunjukkan foto satelit Pulau Jawa pada malam hari yang terangnya mengikuti pola jalan tol. Kawasan sepanjang koridor tol Trans Jawa sudah menjadi engine of growth Pulau Jawa," ujar Menteri Basuki.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id