Menteri ATR Dorong Tanah Ulayat Disertifikasi

    Rizkie Fauzian - 25 November 2020 18:45 WIB
    Menteri ATR Dorong Tanah Ulayat Disertifikasi
    Menteri ATR dorong masyarakat daerah daftarkan tanah ulayat. Foto: Shutterstock
    Padang: Kepemilikan atas tanah oleh seseorang dapat memberikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan pemiliknya.

    Peluang tersebut terbuka karena tanah yang telah terdaftar akan memberikan akses finansial kepada pemiliknya.

    Untuk itu, pemerintah menggalakkan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dimana diharapkan kurang lebih 126 juta bidang tanah di Indonesia dapat segera didaftarkan seluruhnya.

    Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan percepatan pendaftaran tanah tersebut adalah adanya penolakan dari masyarakat, terutama masyarakat adat dengan tanah ulayatnya.

    Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa tanah ulayat memberikan permasalahan tersendiri dalam program PTSL.

    Banyak masyarakat yang enggan mendaftarkan tanahnya, kendati Kantor Pertanahan sudah aktif melakukan identifikasi terkait tanah-tanah ulayat.

    "Hak ulayat ini bagus untuk menjaga kepemilikan tanah bagi masyarakat, namun tidak dapat memberikan akses ke perbankan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 November 2020.

    Pendapat yang dikemukakan oleh Menteri ATR/Kepala BPN didasari bahwa tanah sebetulnya dapat memberikan masyarakat akses ke permodalan. Apalagi di Indonesia, pemerintah telah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 6 persen.

    "De Soto mengatakan bahwa tanah yang tidak bersertifikat merupakan idle asset, aset yang mati. Namun, jika bersertifikat, tanah tersebut dapat memberikan akses ke perbankan serta meningkatkan perekonomian masyarakat," tambahnya.

    Dalam masyarakat Indonesia, masyarakat Minang terkenal sebagai seorang yang pandai berdagang. Banyak dari mereka hidup dengan cara berdagang serta dapat survive dari hasil berdagang.

    "Sangat disayangkan jika banyak masyarakat Minang yang akhirnya tidak memiliki sertifikat tanah karena tanah ulayat. Kita harapkan pemerintah daerah setempat juga mau mendorong masyarakat Minang mendaftarkan tanah mereka sehingga ke depan kita dapat melihat banyak pedagang besar dari Minang," katanya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id