comscore

Menilik Prospek Risha, Rumah Instan Tahan Gempa di Indonesia

Antara - 17 Mei 2022 14:54 WIB
Menilik Prospek Risha, Rumah Instan Tahan Gempa di Indonesia
Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dibangun di lokasi bekas bencana. Foto: Kementerian PUPR
Jakarta: Kebutuhan rumah tahan gempa sangat diperlukan di negeri rawan bencana seperti Indonesia, tidak hanya untuk meminimalisasi potensi kerusakan namun juga membantu masyarakat untuk memiliki rumah tinggal yang aman dan nyaman.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menilai secara geografis, Indonesia berada di antara tiga lempeng benua (Australia, Eurasia dan Pasifik) yang tersambung dengan jalur cincin api dunia.
"Potensi kerusakan akibat gempa, tidak hanya rumah, namun juga pada bangunan tinggi, sehingga kesiapan menghadapi bencana alam perlu dilakukan dalam bentuk adaptasi dan mitigasi bencana," jelasnya kepada Antara di Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Rumah Instan Sederhana Sehat atau lebih dikenal sebagai Risha dirancang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rumah ini dapat diadopsi sebagai rumah tahan gempa di Indonesia.

Salah satu keunggulan dari konsep rumah ini adalah membantu korban bencana untuk menempati rumah tinggal yang baru. Kementerian PUPR membangun rumah dengan konsep ini bagi korban bencana di Indonesia, seperti Badai Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Barat dan erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Selain tahan gempa, Risha juga pembangunan rumah lewat Program Sejuta Rumah. Risha menjadi faktor kunci dalam membantu percepatan program Sejuta Rumah karena teknologinya mempermudah dan mempercepat pembangunan rumah dan tahan gempa.

Selain itu, teknologi ini dinilai sangat mudah untuk diaplikasikan juga dapat digunakan untuk pembangunan perumahan di daerah terpencil yang sulit untuk menemukan bahan material bangunan.

Lantas bagaimana dengan prospek Risha dalam industri properti Indonesia?

Syarifah menilai ‘Value’ material, struktur dan desain tahan gempa dari konsep Risha ini dapat dijadikan sebagai poin adaptasi yang dapat diadopsi oleh para pelaku properti dalam mengembangkan kawasan hunian di wilayah dengan risiko gempa bumi.

"Konsepsi bangunan tahan gempa, adalah salah satu rambu yang perlu dikenali oleh pengembang dalam membangun kawasan hunian. Dengan mengenali fisik wilayah yang akan dikembangkan, umumnya pengembang akan menggali keterbatasan fisik wilayah dan mengantisipasinya dalam wujud inovasi desain hunian dan infrastruktur lingkungan," jelasnya.

Pada dasarnya menjadikan bangunan tahan gempa dikenali dan diminati oleh masyarakat, menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh pemangku kepentingan dalam sektor properti. 

Pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab dalam proses edukasi masyarakat untuk beradaptasi terhadap bencana, dalam hal ini khususnya memahami karakter bangunan yang dibutuhkan di kawasan dengan risiko bencana/gempa.

Risha merupakan rumah tahan gempa, dengan teknologi knock down dengan berkerangka baja ringan. Inovasi sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa hunian tidak hanya menjadi shelter bagi penghuninya dari hujan dan panas matahari, tetapi juga dari bencana alam, seperti gempa.

Risha memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, Mudah dibangun mengingat Risha mengadopsi teknologi knock down sehingga pembangunannya hanya tinggal merakit komponen-komponen yang ada.

Kedua, Risha juga membantu masyarakat memiliki rumah dengan mudah, dan terakhir prospek Risha dalam industri properti Indonesia menguntungkan karena dapat diadopsi oleh pengembang dalam membangun kawasan hunian di wilayah-wilayah rawan bencana.

Selain memang dibutuhkan untuk menutupi angka backlog perumahan yang semakin meningkat, rumah tahan gempa juga dinilai sesuai dengan lanskap industri properti Indonesia yang rawan bencana.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id