Ketersediaan Rumah Subsidi di 4 Provinsi Melimpah

    Rizkie Fauzian - 10 Agustus 2020 20:12 WIB
    Ketersediaan Rumah Subsidi di 4 Provinsi Melimpah
    Ketersediaan rumah subsidi di beberapa provinsi justru melimpah. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR mencatat beberapa provinsi di Indonesia memperlihatkan ketersediaan rumah lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan daerah tersebut.

    Seperti Sumatra Selatan, sebanyak 13.791 unit ketersediaan rumah subsidi. Sedangkan permintaan atau kebutuhan akan rumah di provinsi itu hanya mencapai 4.499 unit.

    Di provinsi Jambi dengan ketersediaan rumah subsidi mencapai 7.717 unit, sedangkan permintaannya hanya 1.875 unit rumah. Jawa Timur terdapat pasokan rumah subsidi mencapai 12.507 unit dan yang membutuhkan hanya 6.330 unit.

    Untuk provinsi Riau juga terjadi kelebihan pasokan dari 5.830 unit rumah yang tersedia, sedangkan kebutuhannya mencapai 3.503 unit. Sedangkan Jawa Barat justru mengalami sebaliknya, kebutuhan akan rumah subsidi di daerah ini mencapai hingga 30.411 unit sedangkan ketersediaan rumah subsidi baru mencapai 22.586 unit.

    Begitu pun dengan Banten, kebutuhan akan rumah subsidi juga mencapai 8.968 unit sedangkan ketersediaan rumah subsidi baru mencapai 6.364 unit.

    Hal yang sama juga terjadi dengan Sulawesi Selatan dari kebutuhan akan rumah subsidi sebanyak 5.567 unit, sedangkan ketersediaan rumah subsidi hanya 4.428 unit.

    Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan data ini penting sekali bagi masyarakat dan pemangku kepentingan bidang perumahan. Peran pengembang dalam menginput data perumahan yang mereka bangun sangat krusial.

    "Melalui data SiKumbang, secara real time PPDPP akan mempu menyajikan data hunian masyarakat, berupa peta hunian yang tersedia, sedang dibangun dan hunian yang sudah terjual yang disajikan dalam berbagai warna," ungkapnya dikutip dari laman resmi PPDPP, Senin, 10 Agustus 2020.

    Menurutnya, pengembang lah yang berperan penting untuk mewarnai area ini, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam memilih rumah yang diinginkannya. Bagi pemerintah, data ini sebagai informasi prioritas untuk memenuhi kebutuhan listrik, bantuan saran prasarana umum lainnya seperti bentuk dan ukuran agunan yang akan dibiayai oleh program perumahan subsidi.

    "Idealnya, data ini pun dapat bersinergi dengan manajemen kuota di bank pelaksana pembiayaan perumahan. Melalui rangkaian sistem ini, pemerintah dapat merancang manajemen kuota bantuan pembiayaan perumahan hingga tingkat kecamatan. Sehingga anggaran program rumah subsidi dapat lebih akurat dari tingkat nasional sampai ke daerah terpencil sekalipun,” paparnya.

    Sejak Januari 2020, PPDPP aktif terus melakukan bimbingan teknis kepada 20 asosiasi pengembang hingga kini. Asosiasi tersebut, adalah REI, Apersi, Himpera, Apernas, Pengembang Indonesia, Deprindo, Asperi, Asprumnas, Asprin, AP2ERSI, PIN, Apperindo, AB, Perwiranusa, Apeppi, Perpesma, Apernas Jaya, Parsindo, Perkumpulan Apersi, APSI, dan Perum Perumnas.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id