Kriteria Rumah Generasi Milenial

    Rizkie Fauzian - 19 Juni 2019 19:36 WIB
    Kriteria Rumah Generasi Milenial
    Kriteria hunian nyaman yang diinginkan oleh generasi milenial agak berbeda. (Foto: Shutterstock)
    Jakarta: Memiliki hunian nyaman menjadi keinginan setiap orang, termasuk generasi milenial. Namun, rupanya kriteria hunian nyaman yang diinginkan oleh generasi milenial agak berbeda.

    Berdasarkan survei Housing Finance Center (HFC) terhadap 270 responden berusia 21-35 tahun, generasi milenial ingin memiliki rumah tapak dengan harga terjangkau, tenor KPR  selama 10-15 tahun, serta cicilan yang sesuai dengan  kemampuan. 
    "Generasi milenial akan menjadi tulang punggung dari perekonomian bangsa sehingga seluruh stakeholder bidang  properti harus bisa menyelaraskan strategi serta kebijakan dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 19 Mei 2019.

    Sementara itu, untuk produk KPR yang diinginkan milenial menurut Maryono adalah yang mudah dipahami, sesuai dengan kemampuan keuangan, serta harus sudah disiapkan atau dimulai sejak mereka duduk dibangku SMA atau perguruan tinggi.

    "Untuk menjembatani keinginan milenial memiliki rumah, Bank BTN memiliki Si Muda Rumahku Tabungan untuk pemilikan rumah bagi mahasiswa dan pemuda, dan produk KPR Gaesss, yaitu produk KPR yang dikemas dengan KPR Zero yang memiliki fitur kemudahan bagi milenial," jelasnya.

    KPR tersebut memiliki cicilan hingga dua tahun serta persyaratan yang mudah di antaranya debitur harus berusia 21 hingga 30 tahun, memiliki pendapatan/gaji tetap dan minimal sudah bekerja 1 tahun di perusahaan yang sama.

    "Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini kredit yang disalurkan lewat KPR Gaesss mencapai Rp6,9 triliun. Adapun dari Januari-Mei tahun ini KPR Gaess mencatat outstanding kredit sebesar Rp3,83 triliun dan ditargetkan bisa mencapai sekitar Rp7 triliun hingga akhir tahun 2019," ungkapnya.

    Kontribusi Bank BTN untuk mendorong laju sector properti didasarkan pada visi dan misi Bank BTN untuk menyediakan perumahan yang layak dan berkelanjutan bagi setiap generasi. 

    "Apalagi rasio KPR terhadap PDB hanya 2,9 persen lebih rendah dibandingkan Malaysia dengan rasio 38,4 persen dan Filipina dengan rasio 22,3 persen, dengan rasio yang masih rendah artinya masih banyak ruang bisnis perumahan  yang bisa dikembangkan, dan memajukan sector properti itu berarti memberikan multiplier effect atau efek bergulir bagi 136 subsektor properti lain,” kata Maryono.

    Adapun per Mei 2019, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk MBR dan non MBR 386.137 unit rumah, baik pembiayaan KPR maupun Konstruksi. 

    Khusus untuk pembiayaan perumahan MBR, baik KPR Subsidi maupun Kredit Konstruksi, Bank BTN telah menyalurkan sebanyak 272.600 unit rumah dengan jumlah kredit Rp17,24 triliun, yang terdiri atas KPR Subsidi 93.221 unit jumlah kredit Rp11,89 triliun dan Kredit Konstruksi rumah MBR 179.379 unit jumlah kredit Rp4,35 triliun.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id