Tingkat Hunian Pengaruhi Sektor Retail - Medcom

    Tingkat Hunian Pengaruhi Sektor Retail

    Media Indonesia - 15 Oktober 2019 10:38 WIB
    Tingkat Hunian Pengaruhi Sektor Retail
    Pertumbuhan sektor retail didukung oleh tingkat hunian suatu kota. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Meski sektor properti belum menunjukkan perkembangan positif, namun retail khususnya pusat perbelanjaan dinilai masih tumbuh stabil. Tren tersebut akan berlanjut hingga tahun depan.

    "Untuk sektor properti pusat perbelanjaan masih stabil. Tingkat okupansinya masih 80 persen ke atas. Artinya, situasinya relatif stabil," ungkap pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, saat dihubungi, Senin, 14 Oktober 2019.

    Menurutnya, meski ada kekhawatiran perlambatan ekonomi dan dampak dari sektor e-commerce, hal tersebut belum memberikan dampak besar pada sektor properti untuk pusat perbelanjaan. Dalihnya, transaksi pada e-commerce baru sekitar 5-10 persen dari total penjualan.

    Salah satu faktor yang membuat kondisi stabil itu ialah saat ini mal tidak hanya menjual barang. Pusat perbelanjaan, lanjut Ali, bertransformasi menjadi pusat hiburan keluarga dengan menyajikan beragam hiburan dan acara menarik.

    Selain itu, wilayah Jabodetabek yang padat penduduk juga memberikan pengaruh pada tingkat hunian dari sektor properti retail itu. Bahkan, sektor tersebut masih terus berkembang pada tahun ini dengan bergeser ke beberapa wilayah luar Jabodetabek, termasuk luar Jawa.

    Daerah yang memiliki perkembangan mal cukup baik di antaranya Palembang, Makassar, dan Surabaya. "Oleh sebab itu, proyeksi kami pada tahun depan sektor properti untuk pusat perbelanjaan masih aman," tutur Ali.

    Hal senada juga disampaikan Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto. Pertumbuhan mal maupun pusat retail masih akan tumbuh dinamis dengan 70 persennya di wilayah penunjang Jakarta. Salah satunya karena mal juga dianggap sebagai sarana rekreasi bagi keluarga.

    "Total pasok ritel (di Jabodetabek) yang akan beroperasi di 2019-2023 sebanyak 1,2 juta meter persegi. Sekitar 70 persen akan berada di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Bodetabek," ujar Ferry.

    Dalam proyeksi ke depan, Colliers memperkirakan tingkat hunian masih stabil di atas 70 persen sebagai efek dari komitmen awal penyewa yang membuat proyeksi tingkat hunian terjaga hingga tiga tahun mendatang. Namun, perkiraan itu dapat menurun bila terdapat tambahan pasokan pusat perbelanjaan yang besar di kawasan Jabodetabek.

    "Pemilik mal akan berpikir untuk menaikkan tarif sewa sejalan dengan proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

    Ia juga berpendapat bahwa pemilik mal juga akan berhati-hati dalam menetapkan biaya operasional. Soalnya, proyeksi inflasi menjadi dasar bagi pemilik mal untuk menetapkan biaya operasional di masa depan.

    Sedang Berat

    Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyatakan secara umum perkembangan sektor ritel sedang berat saat ini sebagai dampak dari perlambatan ekonomi.

    Bank Indonesia, menurutnya, sudah mengungkapkan perlambatan dari indeks kepercayaan konsumen sehingga ritel yang merupakan sektor consumer goods dan terkait dengan sektor lain akan terpengaruh.

    "Kalau hulunya berat pasti kita di hilirnya juga akan berat," tutur Tutum.

    Mengenai tingkat okupansi mal, ia menilai, meski tidak dapat dipukul rata, secara umum hampir dapat dikatakan berat. Ini khusus bagi mal yang berlokasi agak pinggiran yang relatif belum banyak melakukan inovasi karena persaingan masih terbatas.

    Mal kelas atas yang memiliki kondisi unit lebih baik, menurutnya, lebih mudah dalam mencari tenant. Salah satu penyebabnya, yaitu para tenant berasal dari asing. Untuk tenant di mal kelas menengah, pemainnya tidak banyak.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id