Pasar Konstruksi RI Bakal Pulih di 2021

    Husen Miftahudin - 05 Desember 2020 14:51 WIB
    Pasar Konstruksi RI Bakal Pulih di 2021
    Pasar konstruksi diperkirakan bangkit 2021. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: BCI Asia memproyeksi pasar kontruksi Indonesia akan tumbuh normal pada pertengahan 2021 setelah anjlok akibat pandemi covid-19 di tahun ini. Pasar kontruksi RI akan pulih secara bertahap mulai kuartal III-2021.

    BCI Economics Client Service Manager Prita Ananda mengatakan kondisi pasar konstruksi memerlukan resilience dari para pelaku konstruksi. Untuk dapat bertahan dalam kondisi yang sulit diperlukan navigasi dan arahan yang terpercaya agar bisnis konstruksi dapat mengambil keputusan tepat dan dapat melalui kondisi yang sulit sebagai pemenang.

    "Meskipun pemulihan pasar konstruksi akan berjalan lambat namun masih ada peluang pada proyek pembangunan gedung yang mulai konstruksi di 2021. Pembangunan gedung diperkirakan tumbuh Rp197,80 triliun pada 2021 yang didukung oleh pertumbuhan pada sektor perumahan dan industri yang akan terus menjadi sektor unggulan dalam pemulihan perekonomian," ujar Prita dalam keterangan resminya, Sabtu, 5 Desember 2020.

    Prita memperkirakan kategori residensial akan mencapai nilai konstruksi Rp52,46 triliun atau naik 48,71 persen pada 2021. Proyek apartemen yang tertunda akan menjadi prioritas untuk dimulai kembali.

    "Tren positif menunjukkan dengan menguatnya penjualan pasar perumahan yang tertunda, tren proyek perumahan baru akan terus berlanjut dan permintaan kota-kota terintegrasi pascawabah pandemi akan meningkat," papar dia.

    Sektor industri diperkirakan meningkat pada 2021 dengan nilai konstruksi mencapai Rp16,76 triliun atau naik 48,13 persen. Ada beberapa sektor pendorong eskalasi ini, seperti pertumbuhan permintaan gudang dari FMCG, e-commerce & retailer online, logistik pihak ketiga, serta pemerintah yang proaktif mempersiapkan berbagai kawasan industri baru untuk menarik lebih banyak investasi.

    Prita juga menyampaikan sentimen pelaku konstruksi terhadap kondisi pasar konstruksi Indonesia 2021 berdasarkan hasil sentimen survey yang dilakukan oleh BCI Economics terhadap 350 responden yang terdiri dari developer, arsitek dan konsultan, kontraktor, serta subkontraktor di Indonesia.

    "Para pelaku konstruksi masih optimistis kondisi pasar konstruksi akan membaik pada 2021 dengan prioritas proyek yang akan mereka kerjakan tahun depan adalah pada proyek tahap desain dan tahap konstruksi. Restrukturisasi kredit dan pengurangan pajak adalah dua inisiatif pemerintah yang dinilai efektif oleh pelaku konstruksi untuk pemulihan," jelas Prita.

    Sementara itu, Department Head of Industry & Regional Research, Office of Chief Economist Bank Mandiri Dendi Ramdani menyebutkan bahwa ekonomi dan konstruksi 2021 di tengah pandemi covid-19 akan tumbuh positif dengan katalis penemuan vaksin, stimulus fiskal yang efektif, dan harga komoditas yang membaik.

    "Di sisi lain perlu adanya perhatian pada faktor risiko seperti confidence konsumen dan pebisnis yang lambat pulih, serta slow recovery ekonomi global," pungkas Dendi.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id