Bunga KPR Hambat Penjualan Properti

    Rizkie Fauzian - 11 November 2019 16:39 WIB
    Bunga KPR Hambat Penjualan Properti
    Salah satu penghambat penjualan rumah adalah suku bunga yang tinggi. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Penjualan properti residensial mengalami kenaikan sebesar 16,18 persen pada triwulan III-2019. Meski naik, namun beberapa faktor dinilai menjadi penghambat penjualan properti.

    Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mencatat penghambat pertumbuhan penjualan properti antara lain suku bunga KPR yang cukup tinggi.

    Berdasarkan data laporan bulanan bank umum, rata-rata suku bunga KPR pada triwulan III-2019 (per September 2019) sebesar 9,34 persen atau lebih rendah 9,43 persen.

    Ditinjau secara spasial, suku bunga KPR tertinggi di provinsi Bengkulu 14,7 persen dan terendah berada di Yogyakarta 8,80 persen. Sedangkan di wilayah Jakarta 10,72 persen.

    Sementara berdasarkan kelompok bank, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar 11,60 persen dan terendah di Bank Asing dan Campuran 7,24 persen.

    Faktor lainnya yang menjadi penghambat pertumbuhan penjualan properti yakni pengenaan proporsi uang muka yang tinggi oleh bank dalam pengajuan KPR, permasalahan pajak, serta perizinan atau birokrasi dalam pengembangan lahan.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id