Jembatan Teluk Kendari, Ikon Lanskap Baru Sulteng

    Rizkie Fauzian - 14 Oktober 2020 11:05 WIB
    Jembatan Teluk Kendari, Ikon Lanskap Baru Sulteng
    Jembatan Teluk Kendari. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan tahap akhir pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 kilometer (km).

    Saat ini progres fisik pembangunan Jembatan Teluk Kendari telah mencapai 99 persen dan ditargetkan selesai akhir Oktober 2020. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp809 miliar.

    Jembatan yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan wilayah Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Jembatan Teluk Kendari akan menjadi ikon baru dan kebanggaan masyarakat Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jembatan, tidak hanya memperhatikan sisi teknis dan fungsional saja, tetapi juga sisi arsitekturalnya, karena jembatan dapat menjadi ikon lanskap kota yang indah.

    "Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpass akan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas, di samping memberikan dukungan bagi produktivitas masyarakat yang lebih baik," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Jembatan Teluk Kendari akan terhubung dengan jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari sepanjang 40 km yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe. Sehingga akan mempermudah mobilitas kendaraan logistik dari kawasan pelabuhan baru di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari seluas 66 hektare (ha).

    Sekitar kawasan jembatan ditata dan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik. Sejumlah fasilitas akan dibangun seperti lapangan olahraga, area parkir, dan street cinema sebagai bagian dari pengembangan kawasan Kota Lama.

    Terselesaikannya Jembatan Teluk Kendari juga akan mempermudah pergerakan masyarakat yang berada di kawasan Kota Lama yang selama ini harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry. Atau memutari Teluk sejauh 20 km dengan waktu tempuh 30-35 menit.

    Dengan melintasi jembatan tersebut jarak akan semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar lima menit.

    Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada di bawah tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan kontraktor pelaksana konsorsium PT. PP dan PT Nindya Karya.

    Konstruksi jembatan meliputi jalan pendekat atau oprit (602,5 meter), approach span (357,7 meter), side span (180 meter), bentang utama (200 meter). Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur serta median dan trotoar.

    Sisa pekerjaan yang tengah dilaksanakan adalah pengaspalan pada dua sisi jalan pendekat berupa aspal hotmix dan jalan samping/frontage sepanjang 460 meter, lebar 4,50 meter yang ditargetkan selesai 19 Oktober 2020. Selanjutnya dilakukan pengecatan marka dan pembersihan area jembatan sebagai bagian dari penyempurnaan fungsi jembatan.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id