Vaksinasi Covid-19 Jadi Sentimen Positif Bisnis Properti

    Antara - 21 April 2021 12:49 WIB
    Vaksinasi Covid-19 Jadi Sentimen Positif Bisnis Properti
    Vaksinasi gairahkan sektor properti tahun ini. Foto: Shutterstock



    Medan: Real Estate Indonesia (REI) Sumatra Utara optimistis program vaksinasi massal covid-19 memberi sentimen positif dan mendorong bisnis properti lebih bergairah tahun ini.

    "Vaksinasi yang saat ini sedang berlangsung di seluruh Indonesia, termasuk di Sumatra Utara turut memberi sentimen positif," kata Ketua DPD Andi Atmoko Panggabean di Medan, Selasa, 20 April 2021.






    Menurutnya, potensi bisnis properti di Sumut, baik perumahan subsidi dan menengah maupun komersial serta apartemen masih cukup bagus untuk terus dikembangkan meski di kuartal II-2020 sempat mengalami penurunan akibat terdampak pandemi.

    "Penjualan properti sempat menurun pada kuartal II-2020, tetapi di kuartal ketiga hingga sekarang ini penjualan kembali bergairah," jelasnya.

    Sejauh ini pihaknya tetap optimistis potensi bisnis properti tahun ini lebih bergairah dibandingkan 2020. Terbukti beberapa sektor properti terutama yang bergerak di sub sektor hunian mulai melakukan serah terima unit kepada konsumen.

    Andi membenarkan, kebijakan sejumlah pemerintah daerah menekan angka penularan covid-19 dengan melakukan berbagai pembatasan di segala bidang telah memukul sektor usaha termasuk properti.

    Namun ia memastikan program vaksinasi mampu membawa harapan bagi pemulihan ekonomi termasuk sektor industri properti karena akan menimbulkan suasana percaya diri pada masyarakat dalam beraktivitas.

    "Kami berharap proses vaksinasi dapat berjalan maksimal dengan melihat keberhasilan menekan bahkan menghentikan penyebaran covid-19," ungkapnya.

    Jika penyebaran wabah covid-19 dapat ditekan, lanjut dia, maka pembatasan-pembatasan jam dan sistem kerja bisnis dipastikan akan terus berkurang dan bahkan tidak perlu lagi diberlakukan.

    Andi menambahkan, di sektor properti terdapat 170 subsektor industri ikutan, mulai dari industri bahan bangunan sampai perabot rumah tangga dengan jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencapai puluhan juta orang.

    Hal ini, menurut dia, mengindikasikan bahwa bisnis properti dengan multiplier effect lebih dari 170 subsektor industri padat karya masih menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional dalam masa krisis.

    Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa penerapan Undang-Undang Cipta Kerja akan dapat membenahi regulasi yang berkaitan dengan sektor properti dan menjadi katalis positif bagi industri properti.

    "Pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja akan sangat membantu percepatan rencana pengembangan serta harga properti akan lebih terjangkau," katanya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id