Tanaman Akar Wangi Dipercaya Cegah Longsor

    Antara - 16 Maret 2020 18:42 WIB
    Tanaman Akar Wangi Dipercaya Cegah Longsor
    Tanaman vetiver dipercaya dapat mencegah longsor. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Tanaman vetiver atau akar wangi dapat dimanfaatkan untuk pembangunan waduk, tanggul sungai, dan tebing jalan. Tanaman tersebut dipercaya bisa mencegah longsor.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan pemanfaatan tanaman vetiver untuk mencegah longsor, termasuk proyek infrastruktur.

    "Beberapa hari lalu banjir dan longsor di sejumlah daerah yang menandakan fenomena perubahan iklim akibat kerusakan lingkungan. Tanaman ini bisa digunakan di tanggul-tanggul sungai dan di lereng/tebing jalan nasional dan jalan tol," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2020.

    Tanaman vetiver atau akar wangi diyakini bermanfaat untuk perbaikan lingkungan termasuk solusi masalah sedimentasi waduk dan sungai. Dalam kurun waktu setahun, akar tanaman ini bisa tumbuh 50 cm hingga satu meter. 

    Akar tanaman yang berasal dari India itu sangat kuat dan memiliki kemampuan menahan lumpur enam hingga 35 kali lebih kuat dibandingkan jenis rumput lainnya. 

    "Untuk itu vetiver efektif mencegah tanah agar tidak longsor atau terkena erosi, banjir, hingga menahan sedimentasi ke waduk dan sungai," jelasnya.

    Penanganan sungai di bagian hulu selain dilakukan dengan pendekatan vegetatif melalui reboisasi, juga dilakukan dengan normalisasi seperti pelebaran, pengerukan sedimentasi dan perkuatan tebing, sehingga menambah kapasitas sungai dan mengurangi risiko banjir.

    Dalam rangka konservasi air, Kementerian PUPR pada kurun waktu tahun 2015-2019 telah menyelesaikan berbagai infrastruktur bidang Sumber Daya Air dengan pembangunan sebanyak 61 bendungan, dengan 16 bendungan telah selesai, satu juta jaringan irigasi baru, dan 1.212 embung di antaranya Bendungan Rotiklot di NTT, Daerah Irigasi Leuwigoong di Kabupaten Garut, dan Embung Giriroto di Kabupaten Boyolali.

    "Kebijakan Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya sesuai arahan Kebijakan Nasional 2020-2024 yaitu meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terutama yang berpenghasilan rendah terhadap perumahan dan perukiman layak, aman dan terjangkau melalui peningkatan kualitas rumah," jelasnya. 

    Menurut SDGs beberapa syarat-syarat Rumah Layak Huni (RLH) yaitu ketahanan bangunan harus memenuhi semua kriteria Aladin (Atap, Lantai, Dinding), luas bangunan lebih dari 7,2 meter persegi, sanitasi yang layak, dan air minum yang layak.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id