Program Perumahan Berbasis Komunitas Terkendala Korona

    Antara - 14 Mei 2020 17:13 WIB
    Program Perumahan Berbasis Komunitas Terkendala Korona
    Perumahan komunitas tukang cukur di Garut. Foto: Kementerian PUPR
    Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pembangunan perumahan berbasis komunitas untuk mengurangi backlog hunian atau kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah warga yang membutuhkan rumah.

    "Saat ini tercatat masih ada 720 ribu backlog dari sisi kepemilikan dan 530 ribu dari sisi penghuni yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko di Semarang, Kamis, 14 Mei 2020.

    Menurut dia, faktor utama masih tingginya angka backlog itu adalah faktor ekonomi.

    "Ini menjadi tantangan buat semua apakah akan diselesaikan seluruhnya dalam waktu dekat atau apakah perlu dilakukan prioritas," ujarnya.

    Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong penyediaan rumah untuk masyarakat Jawa Tengah dengan berbasis komunitas.

    Ia menyebut program ini akan mulai dilakukan pada 2020, namun demikian hingga kini masih terkendala pandemi covid-19.

    Menurutnya pembangunan rumah tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga kalangan swasta dan masyarakat.

    "Yang kami bantu masyarakat miskin yang memiliki lahan dan mereka berkomitmen untuk melakukan pembangunan bersama. Nanti kami beri bantuan sosialnya berupa material," katanya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id