Kereta Cepat Buka Peluang Investasi Properti di Bandung Barat

    Rizkie Fauzian - 11 November 2021 16:59 WIB
    Kereta Cepat Buka Peluang Investasi Properti di Bandung Barat
    Harga rumah di Bandung meningkat sebanyak 1,4 persen secara kuartalan. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hingga awal November ini progresnya telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2022. Rencananya Kereta Cepat akan transit di Stasiun Padalarang sebagai penghubung menuju kota Bandung sebelum akhirnya sampai di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung.

    Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan keputusan KCJB menjadikan Stasiun Padalarang sebagai stasiun penghubung karena pertimbangan demografi, komersial, dan infrastruktur area Padalarang yang memadai serta untuk menyasar penumpang yang berasal dari Bandung bagian barat. 

     



    Keputusan ini dapat mengembangkan kawasan sekitar, dimana lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tengah berkembang pesat. Kabupaten ini memiliki wilayah seluas 1.305,77 kilometer persegi dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Ngamprah yang terletak di jalur Bandung-Jakarta.

    "Perkembangan pesat wilayah KBB mulai terasa sejak 2000, dengan pengembangan Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai proyek hunian kota satelit seluas 1.250 hektar yang menjadi komplek hunian terbesar di wilayah Bandung Raya. Beberapa titik di wilayah KBB yang mengalami perkembangan paling cepat adalah Padalarang, Lembang, dan Ngamprah," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 November 2021.

    Marine menjelaskan bahwa data-data menunjukkan potensi investasi maupun hunian pribadi di Kabupaten Bandung Barat. Salah satu indikatornya, Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) untuk indeks harga rumah di Bandung Barat belum merangkak naik.

    Pada kuartal III-2021, indeks harga rumah di Bandung Barat mengalami penurunan sebesar 3,2 persen (quarter-to-quarter). Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung Barat juga turun cukup signifikan sebanyak 9 persen (year-on-year). 

    "Kendati demikian, penurunan dari sisi indeks harga tidak terjadi untuk indeks suplai yang justru meningkat tajam. Pada kuartal III-2021 indeks suplai rumah mengalami kenaikan sebesar 23,5 persen secara kuartalan dibandingkan kuartal II-2021. Bahkan yang lebih menarik adalah indeks suplai rumah di Bandung Barat berhasil meningkat sebanyak 111,2 persen secara tahunan,” jelas Marine.

    Sementara jika ditinjau dengan skala lebih luas, berdasarkan data RIPMI pada kuartal III-2021, indeks harga rumah di Bandung meningkat sebanyak 1,4 persen secara kuartalan.  Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung naik sebesar 4,3 persen (year-on-year) pada Q3 2021. 

    RIPMI juga mengamati pergerakan indeks suplai rumah di Bandung dalam satu periode terakhir. Tercatat, pada kuartal III-2021, indeks suplai rumah meningkat signifikan sebanyak 13,6 persen (quarter-to-quarter) dibandingkan kuartal II-2021.

    Peningkatan indeks suplai pun tak hanya terjadi secara kuartalan, namun juga secara tahunan. Bahkan peningkatan indeks suplai rumah di Bandung secara tahunan sangat tajam, yakni mencapai 65,6 persen (year-on-year) di kuartal III-2021. 

    Marine menambahkan bahwa adanya kenaikan indeks suplai rumah di wilayah Bandung secara umum dan Bandung Barat secara khusus mengindikasikan bahwa terjadi pemulihan tren properti. Selain itu indeks suplai rumah yang meningkat tajam tentunya juga mengindikasikan bahwa demand atau permintaan pasar mulai menguat. 

    Kondisi ini sejalan dengan membaiknya pandemi covid-19 di Indonesia, khususnya pada area Jawa – Bali. Selain itu kepercayaan diri pengembang untuk menghadirkan produk rumah tapak ke pasar juga dilatarbelakangi oleh persentase vaksinasi yang terus menguat dimana sampai dengan minggu pertama November 2021, penyuntikan vaksin covid-19 telah mencapai lebih dari 200 juta suntikan.

    Menurut Marine, wilayah Bandung Barat saat ini menjadi area yang prospektif bagi para pencari hunian. Apalagi lokasinya sangat strategis dan terkoneksi dengan akses Tol Purbaleunyi dan Tol Cipularang maupun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dijadwalkan untuk selesai akhir 2022 mendatang.

    Dengan indeks harga yang trennya belum mengalami kenaikan sementara indeks suplai sedang naik tajam merupakan kesempatan yang bagus bagi pencari hunian yang membutuhkan dan sudah siap untuk melakukan pembelian, atau bagi investor yang akan menambah portofolio investasinya. 

    “Para pencari hunian di wilayah Bandung Barat yang pertama kali akan membeli rumah bisa mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan, mulai dari informasi seputar dan rencana infrastruktur wilayah hunian yang menjadi incaran, " ungkapnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id