Pertumbuhan Properti di Kawasan MRT Bisa Capai Rp242 Triliun

    Desi Angriani - 18 November 2019 08:24 WIB
    Pertumbuhan Properti di Kawasan MRT Bisa Capai Rp242 Triliun
    Ilustrasi. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Kehadiran Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dipercaya memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota. Hal ini dikarenakan pembangunan MRT mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) atau mengintegrasikan sistem transportasi dengan bangunan dan ruang publik.

    Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan pengembangan area produktif di sekitar Stasiun MRT dapat mendongkrak nilai investasi properti hingga mencapai Rp242,2 triliun.

    "Pertumbuhan dari nilai properti di area TOD bisa mencapai Rp242 triliun atau USD16,8 miliar," katanya dalam slide paparan diskusi operasi dan pemeliharaan MRT, Minggu, 17 November 2019.

    Effendi menjelaskan konsep tersebut dapat menumbuhkan pembangunan 34.047 unit rumah layak huni, 21 hektare area publik, 149,1 kilometer jalan pedestrian, 73,9 hektare ruang terbuka publik, serta mengakomodasi 639 ribu karyawan/pekerja.

    "Pengembangan 34,047 unit rumah layak huni, area publik hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru," imbuhnya.

    Selanjutnya, pembangunan itu turut berdampak terhadap pengurangan 153.776 ruang parkir dengan nilai tambah ekonomi sebesar Rp8,3 triliun per tahun. Di sisi lain, beroperasinya MRT dipercaya mengurangi kerugian finansial akibat kemacetan dan polusi sebesar Rp65 triliun per tahun.

    "Untuk mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, mengurangi biaya yang Rp60 triliun per tahun. Itu biaya yang sangat mahal," ungkap Effendy.

    Sementara itu, Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan keberadaan MRT bakal mendongkrak harga properti karena meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu tempuh.

    "Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati, dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan, wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan," ujar Marine dalam keterangan tertulis.

    Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT ini juga terlihat dari Rumah.com Property Index (RPI). Data RPI menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang 2018 adalah sebesar 122 poin, naik empat persen dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year-on-year).

    Jika dibandingkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah sebesar 149 poin, naik lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    "Kenaikan rata-rata indeks harga per kuartal di Jakarta Selatan 2018 ini bersama Jakarta Timur adalah yang tertinggi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat mencatat kenaikan sebesar empat persen (y-o-y), sementara Jakarta Utara yang terendah, sebesar dua persen (y-o-y)," kata Marine.

    Berdasarkan data dari MRT Jakarta, pembangunan konstruksi fase 1 proyek kereta MRT Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Presiden RI Joko Widodo.

    Pada koridor 1 dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah.

    Tujuh stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Depo akan berada di kawasan Stasiun Lebak Bulus. Sedangkan enam stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

    Adapun MRT mengoperasikan 14 kereta dari total 16 kereta. Sebanyak dua kereta disimpan sebagai cadangan. Perjalanan dari stasiun Bundaran HI menuju stasiun Lebak Bulus memakan waktu 30 menit dengan maksimum kecepatan 100 km/h untuk elevated dan 80 km/h untuk perjalanan bawah tanah.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id