Toilet Ini Bisa Mengubah Urine Menjadi Pupuk

    Rizkie Fauzian - 18 Agustus 2019 11:11 WIB
    Toilet Ini Bisa Mengubah Urine Menjadi Pupuk
    Laufen menciptakan toilet yang bisa menangani limbah air. (Foto: Laufen)
    Jakarta: Sebuah perusahaan dari Swiss, Laufen, mengembangkan toilet yang ramah lingkungan. Bekerja sama dengan perusahaan desain EOOS dan peneliti dari Swiss, Laufen menciptakan toilet yang bisa menangani limbah air.

    Ketiganya menciptakan toilet dengan teknologi bernama Save. Teknologi tersebut membuat toilet mampu memisahkan urine yang banyak mengandung nutrisi, kemudian diubah menjadi pupuk dan membuang sisanya.

    "Dalam sebuah studi mencatat bahwa tingkat nitrogen yang disebabkan oleh limbah air dan penggunaan pupuk yang berasal dari pertanian justru lebih mengancam perubahan iklim," kata perwakilan Laufen, dikutip Dezeen.
    Toilet Ini Bisa Mengubah Urine Menjadi Pupuk
    (Foto: Laufen)
    Untuk memisahkan urine, EOOS merancang bagian melengkung di sisi dalam toilet untuk menangkap cairan ke dalam mangkuk. Wadah tersebut dijuluki perangkap urin. Tak hanya itu, perangkap juga akan memisahkan tinja dari urine.

    Desain ini mengharuskan penggunanya untuk selalu duduk selama proses tersebut. Nitrogen, fosfor, dan kalium dalam kandungan urine bisa diubah menjadi pupuk dan akselerator kompos yang baik.

    Namun, untuk menjadi pupuk yang baik perlu proses terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa kontaminan. Urine yang terperangkap harus dinetralkan dengan reaktor desentralisasi untuk menghilangkan mikro polutan dan residu dari urine serta memulihkan nutrisi.
    Toilet Ini Bisa Mengubah Urine Menjadi Pupuk
    (Foto: Laufen)
    Langkah tersebut telah diuji coba oleh studio desain Zurich, Vuna. Sistem ini menggunakan transformasi mikroba, filtrasi karbon aktif, dan distilasi untuk mengubah urine. 

    Hasilnya adalah pupuk yang disebut Aurin, yang telah disetujui oleh Kantor Pertanian Federal Swiss untuk digunakan pada semua tanaman.

    Perusahaan desain EOOS, Laufen, dan institut EAWAG berharap perangkat ini juga dapat mengatasi tingginya tingkat polutan yang dikeluarkan oleh sistem pembuangan ke lingkungan. Polutan tersebut yaitu bakteri, residu medis, serta nitrogen dan fosfor, yang masuk ke sistem air melalui kotoran manusia.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id