BTN Kejar Penyaluran BP2BT untuk 5.635 Unit Rumah

    Rizkie Fauzian - 28 November 2019 17:25 WIB
    BTN Kejar Penyaluran BP2BT untuk 5.635 Unit Rumah
    Kuota FLPP menipis, BTN salurkan KPR skema BP2BT. Foto: dok, Kementerian PUPR
    Jakarta: Bank Tabungan Negara (BTN) tak hanya gencar menyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tetapi juga Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

    Hingga saat ini, BTN telah menyalurkan KPR dengan skema BP2BT lebih dari 1.200 unit. Salah satu lokasi penyelenggaraan akad massal KPR dengan skema BP2PT adalah kantor cabang Bogor dengan jumlah peserta sebanyak 200 debitur. 

    "Pengajuan BP2BT kami pacu seiring menipisnya kuota FLPP sehingga akhir tahun ini kami optimistis  dapat menyelesaikan target penyaluran BP2BT untuk  5.635 unit rumah," kata Direktur Consumer & Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

    BTN mendapatkan kuota BP2BT dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara itu sepanjang 2019 BTN diperkirakan telah menyalurkan KPR dengan skema BP2BT untuk 5.635 unit rumah atau senilai Rp609 miliar.

    Dengan pencapaian tersebut, BTN menjadi bank pelaksana penyalur KPR dengan skema BP2BT terbanyak di Indonesia. Hirwandi menjelaskan bahwa KPR yang disalurkan dengan skema BP2BT tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah dengan Bank Dunia. 

    Adapun dalam skema ini yang diterima konsumen adalah keringanan uang muka, karena BP2BT memberikan subsidi uang muka hingga 40 persen atau dengan jumlah maksimal Rp40 juta untuk pembelian rumah tapak. Sementara suku bunga pada KPR BP2BT mengikuti suku bunga komersial. 

    Menurut Hirwandi pihaknya akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat  yang memenuhi persyaratan, di antaranya belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dalam bentuk apapun, dan memiliki penghasilan maksimal Rp6,5 juta (jika akan membeli rumah tapak) dan Rp8,5 juta (jika ingin membeli rumah susun), serta sudah menabung di bank selama tiga bulan dengan batasan saldo pada saat pengajuan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta (tergantung besar penghasilan).

    "Untuk memudahkan penyaluran KPR Subsidi dengan skema BP2BT maupun FLPP, kami aktif menjalin kerja sama perusahaan swasta atau pun BUMN yang memiliki karyawan dengan persyaratan di atas, contoh perusahaan yang kami sudah gandeng adalah Grab, Gojek, dan Bluebird, serta sejumlah asosiasi profesi di antaranya Asosiasi pencukur rambut Garut dan Asosiasi penjual mi dan bakso," kata Hirwandi.

    Dalam rangka memperingati hari ulang tahun KPR yang ke- 43 yang jatuh 10 Desember mendatang, BTN gencar memasarkan KPR dengan skema BP2BT salah satunya dengan menggelar akad massal secara serentak sejak 25-29 November 2019  di Kantor Cabang BTN. 

    Kementerian PUPR menggandeng perbankan termasuk BTN untuk menyalurkan susidi dengan berbagai skema, di antaranya FLPP dan BP2BT dan Bantuan Uang Muka atau BUM. Per September 2019, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 610.526 unit rumah. 

    Menurut Hirwandi, pencapaian tersebut setara 76,31 persen dari total target BTN dalam mendukung program nasional ini. "Secara total, hingga akhir tahun nanti, BTN berupaya menyalurkan kredit perumahan untuk 800 ribu unit rumah," kata dia. 

    Adapun, penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan untuk 315.845 unit hunian subsidi senilai Rp9,17 triliun. Kemudian, untuk segmen nonsubsidi, Bank BTN telah memberikan kredit perumahan untuk 135.791 unit rumah atau setara Rp14,99 triliun. Kinerja positif KPR BTN pun sukses menempatkan bank spesialis pembiayaan perumahan ini tetap menjadi pemimpin di pasar KPR.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id