Indeks Harga Naik 5,24%, Bukti Sektor Properti Masih Tumbuh

    Antara - 22 April 2021 18:05 WIB
    Indeks Harga Naik 5,24%, Bukti Sektor Properti Masih Tumbuh
    Sektor properti masih tumbuh meski pandemi. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Dalam survei House Price Index (HPI) Bank Tabungan Negara (BTN), pasar properti di Indonesia saat ini masih tumbuh. HPI nasional per Maret 2021 mencapai angka 179, yang berarti selama tujuh tahun dengan variabilitas yang mungkin berbeda, HPI telah tumbuh dari 100 menjadi 179.

    "Untuk melihat hanya posisi Maret 2021 secara year on year, maka ada kenaikan indeks sebesar 5,24 persen dibanding Maret tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa sesungguhnya pasar properti adalah pasar yang tumbuh dan BTN kembali fokus pada sektor perumahan," ujar Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo dalam konferensi pers virtual, Kamis, 22 April 2021.
     
    HPI adalah indeks yang memaparkan perubahan harga rumah yang dibeli oleh konsumen. HPI dibuat oleh tim riset Housing Finance Center (HFC) BTN yang memberikan gambaran lebih detil mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode matched sales menggunakan data penyaluran KPR BTN di seluruh wilayah Indonesia.






    "Jadi kita sudah melakukannya selama tujuh tahun. Artinya selama triwulan kita men-track harga penjualan rumah tipe kecil 36, tipe 45, tipe 70, dan nonsubsidi, berdasarkan harga yang matched, yang terjadi. yang riil. Kami track dari Januari 2014 dan kami kasih base 100," kata Haru.

    BTN menyajikan HPI sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar pemerintah atau regulator selaku pengambil keputusan, dapat memanfaatkannya untuk meramu kebijakan di sektor properti ke depan.

    Dengan begitu, para pengembang bisa menentukan pengembangan tipe perumahan yang tepat dan harga sesuai dengan harga pasar. HPI juga bisa dimanfaatkan perbankan untuk menambah informasi terkait penyaluran KPR. Sementara itu, untuk konsumen, bisa mendapatkan informasi valid mengenai harga rumah.

    "Ini bermanfaat bukan hanya untuk BTN sendiri, tapi juga untuk industri guna memonitor perkembangan harga rumah nonsubsidi di indonesia. Indeks ini akan kami lanjutkan terus dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bukan hanya untuk perbankan tapi juga untuk pengambil keputusan regulator dan semua stakeholder yang akan manfaatkan indeks ini," ujar Haru.

    BTN mencatat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan kredit BTN. KPR subsidi BTN tercatat naik 9,04 persen (yoy) menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I 2021.

    KPR nonsubsidi juga mulai menunjukkan peningkatan tipis di level 0,2 persen (yoy) menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021. Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar 3,23 persen (yoy) menjadi Rp236,57 trilliun.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id