PII: Evaluasi Proyek Infrastruktur Sudah Mendesak

    Rizkie Fauzian - 21 Februari 2018 16:39 WIB
    PII: Evaluasi Proyek Infrastruktur Sudah Mendesak
    Lokasi runtuhnya bekisting pier-head tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu) ruas Kebon Nanas, Jakarta Timur, dikeliling garis polisi. Antara Foto/Aprilio Akbar
    Jakarta: Runtuhnya salah satu bekisting pier-head ruas tol Becakayu, memunculkan spekulasi penyebabnya. Salah satunya tidak dipenuhinya tahapan prosedur pembangunan demi mengejar tenggat waktu penyelesaian proyek.

    Menyusul kejadian itu, pemerintah menghentikan sementara pengerjaan stuktur layang di seluruh Indonesia untuk dilakukan audit secara keseluruhan. Ini adalah keputusan berani karena jelas membuat tenggat waktu tak terpenuhi, tetapi jauh lebih memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

    Terhadap keputusan tersebut, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyatakan sangat mendukung. Dukungan disampaikan Wakil Ketua Umum PII Heru Dewanto melalui surat eletroniknya, Rabu (21/2/2018).

    "Memang sudah mendesak dilakukan evaluasi dan assesment menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur untuk menjamin seluruh proses pengerjaan proyek yang layak, aman dan memberi hasil terbaik," ujarnya.

    Audit diharap juga mencakup kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang mengerjakan masing-masing proyek. Selain audit terhadap tahapan, prosedur kerja, mekanisme tender, analisa dampak lingkungan atau bahan baku.

    "Beberapa kasus kecelakaan tidak diakibatkan kegagalan struktur, namun terutamanya kegagalan dalam proses pelaksanaan, khususnya terkait pekerjaan pengangkatan (heavy lifting works) dan pemasangan (erection work). Dua ini kegiatan konstruksi yang mengandung risiko sangat tinggi terkait aspek keselamatan," papar Heru.

    Bekisting pier-head di salah satu tiang pancang jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di ruas Jl DI Pandjaitan, Cawang, Jakarta Timur, runtuh pada Senin(19/2/2018) dini hari. Beberapa orang pekerjanya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan struktur beton yang belakangan diketahui belum sepenuhnya kering dan mengeras sempurna tersebut.

    PII: Evaluasi Proyek Infrastruktur Sudah Mendesak
    Pemasangan pier-head di tiang rel LRT antara Blok M dengan Antasari, Jakarta Selatan. Antara Photo/Yudhi Mahatma

    Satu tahun terakhir setidaknya telah terjadi 15 kasus kecelakaan konstruksi yang sebagian di antaranya menimpa proyek infrastruktur nasional. Hasil pertemuan antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno sepakat menghentikan sementara seluruh pekerjaan proyek infrastruktur dengan struktur layang (elevated) terutama yang menggunakan beban berat.

    Di dalam arahan langsungnya, Presiden Joko Widodo menekankan perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh. Tidak kalah penting pengawasan ketat terhadap setiap detail tahap pekerjaan.

    "Memang pekerjaan itu pekerjaan detil. Tidak mungkin itu diawasi sambil lalu," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/2/2018).

    Di dalam rancangannya Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) memiliki panjang total 21,04 kilometer. Seksi I yang menghubungkan Casablanca-Jakasampurna memiliki panjang 11 kilometer. Sementara seksi II yang menghubungkan wilayah Jakasampurna-Duren Jaya panjangnya 10,04 kilometer.

    PII: Evaluasi Proyek Infrastruktur Sudah Mendesak
    Presiden Jokowi berdiskusi dengan Gubernur Anies Baswedan (3/11/2017) di bagian tol Becakayu yang masih dalam proses pengerjaan. Antara Foto/Puspita Perwitasari

    Pada 3 November 2017 penggunaan seksi 1B yang menghubungkan Cipinang Melayu-Pangkalan Jati dan seksi 1C yang menghubungkan Pangkalan Jati-Jakasampurna diresmikan Presiden Joko Widodo. Panjang total yang telah digunakan adalah 8,26 kilometer.

    Sedangkan seksi 1A dan seksi 2 diperkirakan rampung konstruksinya pertengahan 2018. Bekisting pier-head di salah satu tiang panjang proyek yang pengerjaan dimulai lagi pada 2015 sejak dihentikan gara-gara dampak krisis moneter inilah yang runtuh.

     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id