comscore

Investasi Pembangunan Living World Bali Capai Rp800 Miliar

Rizkie Fauzian - 26 Oktober 2021 21:00 WIB
Investasi Pembangunan Living World Bali Capai Rp800 Miliar
Living World direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2022. Foto: Kawan Lama
Jakarta: Kawan Lama Group segera merampungkan proyek mal Living World ketiganya di Kota Denpasar, Bali. Saat ini, pembangunannya sudah memasuki tahap finishing dan dan direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2022.

Proyek seluas ±3,5 hektar ini memiliki luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120 ribu meter persegi ini mencapai nilai investasi hingga Rp800 miliar.
Di tengah kondisi pandemi saat ini, Kawan Lama Group tetap optimistis dalam merampungkan pembangunan. Saat mulai beroperasi di penghujung tahun, situasi dan kondisi sudah berjalan normal dan baik kembali.

Business Development Director Kawan Lama Group Sugiyanto Wibawa menyampaikan bahwa pihaknya optimistis terhadap dukungan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional.

"Kami optimistis program percepatan vaksinasi yang telah menjangkau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia untuk vaksin dosis pertama akan membantu bisnis mal untuk segera pulih," jelasnya, Selasa, 26 Oktober 2021.

Sugiyanto menjelaskan, berbagai strategi dilakukan, salah satunya dengan pemilihan lokasi Living World Denpasar yang strategis di sekitar kawasan pemukiman dan di jalur arteri lintasan antara bandara menuju berbagai kawasan wisata favorit.

Berbeda dari mal kebanyakan, Living World Denpasar Bali akan berfokus pada tenant di segmen home living, home improvement, dan lifestyle seperti ACE, INFORMA, Krisbow, Toys Kingdom, hingga Pet Kingdom. 

Living World Bali menghadirkan keindahan dan keunikan arsitektur bernuansa tradisional Bali.
Mal ini juga menerapkan konsep energy efficient architecture (arsitektur dengan penggunaan energi yang efisien) pada pembangunannya. 

Mulai dari sistem AC berefisiensi tinggi dalam penggunaan listrik yang menghemat energi hingga 20 persen, penggunaan panel surya di atap mal, serta penggunaan jenis lampu LED yang dapat menghemat energi hingga 50 persen.

Selain itu, pembangunannya juga menerapkan smart building design berupa pengaturan orientasi bangunan dan solusi minimalisasi panas matahari masuk ke dalam gedung dengan permainan landscape.

Dalam operasionalnya nanti, Living World Bali juga akan menerapkan konsep minimized wastewater management system dengan mengelola kembali limbah air kotor untuk penyiraman tanaman dan pengisian kolam.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id