comscore

Menangkap Peluang Pasar Konstruksi Tahun Depan

Rizkie Fauzian - 09 Desember 2021 19:34 WIB
Menangkap Peluang Pasar Konstruksi Tahun Depan
Menangkap peluang pasar konstruksi tahun depan. Foto: MI
Jakarta: Beberapa industri yang terdampak pandemi covid-19 mulai bangkit, tak terkecuali konstruksi. Tahun depan, diharapkan menjadi momentum meningkatnya peluang pasar konstruksi di Tanah Air.

Temuan Indonesia Construction Market Outlook 2022 mencatat bahwa nilai konstruksi untuk proyek gedung diperkirakan mencapai Rp157,47 triliun pada 2022, didorong oleh pertumbuhan sektor perumahan dan industri. 
Misalnya kategori hotel, retail, dan perkantoran, mulai menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan 2021. Hal ini menunjukkan optimisme pasar konstruksi tahun depan.

Selain itu, di pasar residensial diperkirakan mencapai Rp54,24 triliun pada 2022. Pada kategori ini market size apartemen akan mulai meningkat sedangkan landed house akan sedikit menurun dibandingkan 2021. 

Tren kategori ritel diperkirakan mulai meningkat pada 2022. Pembangunan pusat perbelanjaan diperkirakan sedikit meningkat. Ruko dan gerai ritel akan melanjutkan tren kenaikan pada 2022. 

Kemudian dari infrastruktur masih menjadi tulang punggung dan salah satu pendorong utama pasar konstruksi 2022. Nilai konstruksi diperkirakan mencapai Rp107,15 triliun. Pemerintah juga mengandalkan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam pengembangan, pembiayaan, dan pengelolaan proyek infrastruktur besar.

Untuk membahas peluang pasar konstruksi tahun depan, BCI Asia menggelar acara tahunan BCI Breakfast Briefing Indonesia Construction Market Outlook.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai beberapa sentimen dari pasar kontruksi di Tanah Air tahun depan. Prospek pasar ini diharapkan memberikan gambaran kepada pelaku kontruksi tentang pasar di tahun depan.

Survei sentimen mewakili 150 peserta dalam industri konstruksi di Indonesia yang peran utamanya adalah pengembang, kontraktor, arsitek, konsultan, dan sub-kontraktor.

Sebagian besar responden mengharapkan beban kerja proyek mereka meningkat selama 12 bulan ke depan dan mereka lebih optimis dibandingkan dengan tahun lalu.

Sebagian besar responden mengharapkan kondisi pasar konstruksi yang jauh lebih baik pada 2022 dengan pasar akan kembali normal pada triwulan I-2023.

Stimulus fiskal, kapasitas keuangan pengembang & kontraktor, kemudahan mobilisasi pasar tenaga kerja konstruksi, dan ketersediaan pasokan bahan bangunan, merupakan faktor yang dinilai oleh responden dapat yang memberikan pengaruh positif pada pemulihan sektor konstruksi.

Event yang bertema 2022-Momentum for Rising Opportunities in Indonesia Construction Market ini menghadirkan Head of Business Development & Research Sinarmas Land Djemi Lim, General Manager Corporate Business Development & Sales Marketing Department Santika Indonesia Hotels & Resorts L. Sudarsana, dan Managing Director Utomodeck Group Anthony Utomo.

BCI Economics menyediakan penelitian dan laporan berbasis industri konstruksi di seluruh Australia, Selandia Baru dan Asia serta memanfaatkan pengetahuan empiris yang luas tentang pasar konstruksi, seperti Indonesia Construction Market Outlook. 

Dengan tim peneliti di 25 kantor di seluruh wilayah, BCI Central memiliki akses tak tertandingi ke proyek konstruksi langsung yang mengalir setiap hari. 

Setiap tahun, BCI Central meneliti lebih dari 100 ribu proyek bangunan dan konstruksi yang mencakup sembilan pasar regional termasuk Australia, Selandia Baru, Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina & Hong Kong.


(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id