Menteri Basuki Ajak Turki Investasi Infrastruktur

    Rizkie Fauzian - 23 Juni 2020 20:10 WIB
    Menteri Basuki Ajak Turki Investasi Infrastruktur
    Jembatan Tumbang Samba. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menawarkan kerja sama khususnya dalam pembangunan infrastruktur kepada investor Turki.

    Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Turki dilakukan secara daring. Pasalnya, Menteri Basuki dijadwalkan berkunjung ke Turki pada April 2020 namun tertunda karena pandemi covid-19.

    Kedua delegasi menghadirkan beberapa pembicara, seperti Menteri PUPR Indonesia, Menteri Perdagangan Turki, Duta Besar Indonesia di Turki, Dita Besar Turki di Indonesia hingga pengusaha kontruksi.

    Dalam kesempatan tersebut, Basuki memaparkan hasil pembangunan infrastruktur di Indonesia selama lima tahun terakhir. Pembangunan jembatan, bendungan hingga jalan tol.

    "Dalam lima tahun terakhir, infrastruktur menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo," ungkapnya dalam video conference, Selasa, 23 Juni 2020.

    Basuki menjelaskan selama lima tahun pihaknya telah membangun jembatan Youtefa di Papua dengan panjang 732 meter. Kemudian jembatan Tumbang Samba di Kalimantan Timur sepanjang 843 meter.

    Selanjutnya beberapa jembatan yang masih dalam proses pembangunan seperti Kendari Bay sepanjang 1.340 meter, Sei Alalak di Kalimantan Timur dan jembatan gantung lainnya.

    Selain jembatan, Basuki juga memaparkan pembangunan jalan tol, mulai dari Manado-Bitung sepanjang 40 kilometer yang saat ini masih dalam pembangunan.

    "Tol Trans-Jawa sudah beroperasi tahun lalu, panjangnya 1.350 kilometer. Kami akan menyelesaikan sisanya hingga ke Bali. Kami menyambut baik Turki di proyek Public Private Partnership ini," jelasnya.

    Selanjutnya jalan tol Trans-Sumatra dengan panjang 2.700 kilometer, namun saat ini baru beroperasi 700 kilometer. Basuki mengatakan bahwa ini adalah peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

    Selain itu, Basuki juga memaparkan potensi di pembangunan bendungan di Indonesia seperti bendungan Jatigede menampung 900 juta meter kubik, bendungan Legung 20 juta meter kubik, bendungan Tapin 57 juta meter kubik.

    Menurut Basuki, selama lima tahun sudah dibangun 65 bendungan dan masih ada beberapa bendungan lagi yang dalam proses penyelesaian. Basuki mengajak para kontraktor Turki untuk bisa terlibat dalam pembangunan.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id