comscore

Begini Cara Sri Mulyani Atasi Masalah Backlog Perumahan

Eko Nordiansyah - 07 Juli 2022 08:57 WIB
Begini Cara Sri Mulyani Atasi Masalah Backlog Perumahan
Pemerintah tak bisa andalkan APBN atasi backlog perumahan. Foto: Kementerian PUPR
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya angka kekurangan (backlog) perumahan di Indonesia yang mencapai 12,7 juta unit.

Ia menyebut, pemerintah tak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membantu pembiayaan perumahan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan sekuritisasi aset lewat penerbitan Efek Beragun Aset (EBA).
"Sekuritisasi ini bagaimana aset rumah yang jangka panjang, 15 tahun dicicil pemiliknya bisa jadi underlying asset yang bisa di-issue dengan SBN baru jadi bisa dijual di pasar sekunder. Ini namanya efek beragun aset (EBA)," kata dia dalam video conference dilansir di Jakarta, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Baca juga: Sekuritisasi Aset KPR Kumpulkan Dana Rp12,7 Triliun Sejak 2009

Sri Mulyani menjelaskan, aset yang diterbitkan menjadi surat utang bukan rumahnya melainkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dari surat berharga yang dibeli investor tersebut, maka akan diperoleh dana baru yang bisa digunakan untuk membiayai proyek perumahan lagi.

"Asetnya itu mortgage, bukan rumahnya. Cicilan setiap bulannya itu yang kemudian di-package dalam bentuk sekuriti baru, surat berharga baru, yang kemudian bisa dibeli oleh investor, sehingga bisa menciptakan likuiditas baru dan membuat mortgage baru lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah sebelumnya telah menggelontorkan APBN mencapai Rp8,57 triliun untuk membantu pembiayaan 1.038.538 unit rumah. Meskipun terbilang besar, namun Sri Mulyani mengakui pencapaian ini masih jauh dari kebutuhan 12,7 juta unit rumah.

"Ini buat mengejar kebutuhan yang besar, 12 juta backlog. Kalau pakai APBN saja enggak cukup, enggak akan terkejar secara cepat. Saya harap kita bisa belajar dan sekaligus membangun inisiatif-inisiatif baru sekaligus melihat ekosistem perumahan di Indonesia," pungkas dia.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id