• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Apersi: Masyarakat Butuh Rumah dengan Angsuran Murah

Dero Iqbal Mahendra - 09 November 2018 08:08 wib
Pekerja sedang mengecat dinding luar rumah-rumah murah di Bojong
Pekerja sedang mengecat dinding luar rumah-rumah murah di Bojong Gede, Kab. Bogor, yang siap dihuni. Antara Foto/Yulius Satria Wijaya

Jakarta: Tingginya permintaan terhadap rumah bersubsidi harus pemerintah jawab dengan memperluas penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki tempat tinggal yang layak.

"Masyarakat butuh angsuran murah, bukan bebas uang muka. Pemerintah sudah memiliki ketentuan KPR bersubsidi dikenakan uang muka satu persen, itu sudah baik. Ini patut dilanjutkan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah.

Hal ini disampaikannya usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Dia juga mengkritisi Kementerian PUPR yang menurunkan target penyaluran subsidi 2019, dari 260-an ribu unit pada tahun ini menjadi kurang lebih 184 ribu unit.

"Padahal target seharusnya naik setidaknya 300 ribu unit," tegasnya.


Menurut data Apersi, ada kenaikan permintaan rumah subsidi dari kelompok masyarakat berpengahasilan rendah. Namun perlu skema pembiayaan bersubsidi agar pengembang dapat memenuhi permintaan pasar tersebut.

baca juga: Dilema harga rumah murah

Selain skema FLPP dan SSB, juga ada Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang didukung Bank Dunia. Di dalam program tersebut pemohon mendapatkan uang muka sebesar Rp 25 juta, hanya saja untuk KPR-nya berlaku bunga komersial yang tergolong tinggi.

Di Kementerian PUPR terdapat Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) yang mengelola program subsidi bergulir SSB. Jika dana Rp 25 juta dari Bank Dunia tersebut dapat ditambahkan ke sana maka jangkauan SSD akan lebih baik disamping pengelolaan dana bergulirnya akan lebih besar dan tidak akan membebani pemerintah.

"Maka sebaiknya itu diarahkan kepada subsidi FLPP dan SSB karena serapannya lebih tinggi," saran Junaidi.


(LHE)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.