comscore

Muncul Hybrid Working, Bagaimana Nasib Gedung Perkantoran?

Rizkie Fauzian - 11 Februari 2022 11:59 WIB
Muncul <i>Hybrid Working</i>, Bagaimana Nasib Gedung Perkantoran?
Sektor perkantoran belum menunjukkan pemulihan. Foto: Shutterstock
Jakarta: Sektor perkantoran belum menunjukkan pemulihan tahun ini. Terutama karena banyak perusahaan kembali melanjutkan sistem work from home (WFH) setelah kasus pandemi covid-19 kembali naik.

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syaukat mengatakan, dengan berlanjutnya sistem WFH, maka subsektor perkantoran masih menghadapi tantangan penurunan ukuran sewa ruang.
"Selain itu, terhambatnya rencana ekspansi ruang kantor dari calon penyewa, ditambah dengan pasokan baru yang terus memasuki pasar di tengah pandemi," katanya dalam laporan, dikutip Jumat, 11 Februari 2022.

Misalnya seperti kondisi pasar perkantoran di Central Business District (CBD) Jakarta pada penghujung 2021. Tidak ada pasokan baru di semester akhir tahun 2021, sehingga pasokan tetap di 7.068.941 meter persegi. 

Kemudian, koreksi tingkat hunian masih berlanjut yang saat ini sebesar 71,8 persen. Harga sewa juga stagnan dan cenderung melemah. 

Pada tahun ini bakal ada lima proyek baru sejumlah 407.647 meter persegi diperkirakan akan memasuki pasar. Setelah 2022, belum ada proyek baru yang akan memasuki pasar perkantoran di CBD Jakarta. 

Masih ada 389.100 meter persegi ruang perkantoran yang menunda masuk pasar sampai waktu yang belum pasti. Sektor Farmasi, IT, Fintech, Telekomunikasi, FMCG dan Konstruksi berpotensi menyerap ruang perkantoran di CBD Jakarta.

Tak hanya itu, banyak perusahaan menerapkan sistem hybrid working yang merupakan kombinasi bekerja di kantor dengan bekerja dari mana saja. Munculnya sistem kerja tersebut akan berdampak pada perkantoran.

"Di tengah berlanjutnya WFH dengan pola hybrid, kebutuhan ruang kantor tetap diperlukan sebagai sarana kolaborasi antar pegawai untuk memompa semangat produktivitas, namun desain yang lebih fleksibel dengan sirkulasi yang lapang menjadi tren saat ini," kata Country Head dari Knight Frank Indonesia Willson Kalip.

Baca juga: Manfaat Hybrid Working, Kesehatan Mental hingga Hemat Energi

Associate Director Commercial Department Knight Frank Andi Rina Martianti menambahkan, sejak kuartal IV-2021 sudah ada pergerakan dari sektor perkantoran. Ada beberapa perusahaan asing yang berminat buka di Indonesia.

"Ada pergerakan, mereka punya beberapa kantor di area CBD jadi mau di konsolidasi. Ke depan masih ada harapan (perkantoran) karena tidak semua bisnis line bisa dikerjakan dari rumah," ungkapnya. 

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id