BTN Dapat Jatah 2.467 Kuota Rumah Murah

    Husen Miftahudin - 03 September 2019 21:10 WIB
    BTN Dapat Jatah 2.467 Kuota Rumah Murah
    BTN dapat tambahan kuota FLPP. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendapat tambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Emiten berkode BBTN itu mendapat limpahan kuota sebanyak 2.467 unit.

    Pelaksana Tugas Direktur Utama BTN Oni Febrianto Rahardjo mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang memberi tambahan kuota FLPP tersebut. Oni optimistis langkah itu bisa mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah.

    "BTN akan tetap menjadi integrator program sejuta rumah, baik sisi supply maupun demand dengan berperan aktif dalam mendidik pengembang baru dan menyalurkan kredit pendukung sektor properti dari hulu hingga hilir," ujar Oni dalam Bincang Media di Menara BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2019.

    Per Juli 2019, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk Program Sejuta Rumah sebanyak 503.974 unit dengan nilai kredit sebesar Rp43,64 triliun. Rinciannya, untuk KPR sebanyak 135.893 unit dan dukungan kredit konstruksi belum KPR 368.081 unit.

    Khusus untuk segmen subsidi, tambah Oni, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 111.823 unit dalam bentuk KPR dan sebanyak 251.550 unit untuk dukungan kredit konstruksi belum KPR.

    "Dengan pencapaian ini Bank BTN telah mencapai 63 persen dari target total tahun ini yang dipatok sebanyak 800 ribu unit, baik untuk pembiayaan perumahan subsidi maupun nonsubsidi," ungkap Oni.

    Dengan capaian tersebut, dirinya yakin kredit perseroan akan tumbuh lebih baik. Apalagi diperkuat dengan potensi pencairan KPR subsidi pada semester II-2019 yang diperkirakan akan mencapai 28 ribu unit.

    "Sementara untuk KPR nonsubsidi, potensi bisa terealisasi sekitar 16 ribu unit," paparnya.

    Untuk merealisasi target 2019, aku Oni, BTN telah memperbaiki performa bisnisnya. Khususnya dalam pencapaian kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

    Per Juli 2019, kredit dan pembiayaan BTN tumbuh 18,03 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Di periode yang sama, BTN juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp251,98 triliun lebih tinggi dibandingkan Juli 2018 sebesar Rp213,50 triliun.

    Menurut Oni, di tengah ketatnya likuiditas BTN berhasil memperbanyak pundi-pundi DPK. Per Juli 2019, DPK yang terkumpul mencapai Rp225,91 triliun atau tumbuh 19,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp188,33 triliun.

    "Penambahan DPK diraih karena optimalisasi DPK ritel melalui 'Program 3-4-5' yang merupakan strategi kami untuk menekan biaya bunga, dan melakukan rekomposisi nasabah deposan ritel, alhasil value of account deposan ritel tumbuh Rp1,5 triliun," tutup Oni.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id