Flores Timur Jadi Target Program Bedah Rumah

    Rizkie Fauzian - 05 November 2019 19:02 WIB
    Flores Timur Jadi Target Program Bedah Rumah
    Program perbaikan rumah tak layak huni di Flores Timur. Foto: dok. Kementerian PUPR
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan bantuan bagi rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah. Salah satu daerah yang menjadi target penanganan adalah Kabupaten Flores Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

    "Penanganan rumah tidak layak di Kabupaten Flores Timur melalui penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah," ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.

    Menurut Khalawi, program bedah rumah merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam membangun rumahnya. Pemerintah juga memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk membangkitkan semangat gotong royong di daerah. 

    "Pemerintah menyalurkan dana BSPS sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp35 juta untuk pembangunan rumah baru. Kalau dihitung-hitung, angka bantuan tersebut tidaklah cukup, tapi dengan bantuan dari masyarakat sekitar dan keluarga yang mampu, maka dana yang sedikit tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun RTLH menjadi rumah yang lebih layak huni," ungkapnya. 

    Lebih lanjut, pemerintah daerah juga harus memiliki konsep dan desain yang jelas mengenai program dan pelaksanaan pembangunan perumahan di daerahnya. Pasalnya, saat ini Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga akan melihat apakah pemerintah daerah benar-benar membutuhkan bantuan perumahan atau tidak.

    Khalawi mencontohkan program bedah rumah dapat dimanfaatkan oleh Pemda untuk memperbaiki rumah-rumah yang ada di kawasan tempat wisata di daerah. Rumah yang tidak layak huni bisa ditingkatkan kualitasnya dengan dana bedah rumah. 

    "Rumah yang tidak layak huni di sekitar objek wisata jika dibantu dengan dana BSPS bisa menjadi homestay wisatawan yang berkunjung. Tentu hal itu juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempat wisata. Asalkan Pemda memiliki konsep dan desain yang jelas untuk program perumahan kami siap untuk membantu," katanya.

    Sementara itu, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menyatakan dari hasil pendataan yang dilakukan saat masih ada sekitar 7.000 RTLH di daerah tersebut. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah desa untuk sama-sama berkontribusi mengurangi angka RTLH tersebut.

    Pemkab Flores Timur pun juga berharap dukungan dari Kementerian PUPR terhadap pengadaan homestay, karena ada Kota Larantuka di Kabupaten Flores  Timur. Hal itu dikarenakan daerah tersebut menjadi tempat wisata religi yakni tradisi Semana Santa yang selalu ramai di kunjungi ribuan wisatawan dan umat Katholik dari berbagai daerah. Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katholik di Larantuka, Flores Timur. 

    "Setiap agenda Semana Santa digelar pengunjung dari luar Flores Timur cukup banyak yang datang. Jumlahnya bisa mencapai sekitar 5.000 an orang. Prosesi Semana Santa dilaksanakan setiap April dan religi itu telah berlangsung sekitar 500 tahun," jelasnya.

    Tahun lalu, imbuhnya, Pemkab Flores Timur mendapatkan BSPS atau bedah rumah sekitar 300 unit rumah. Bantuan tersebut telah disalurkan dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. 

    "Tahun ini kami mengajukan proposal bantuan BSPS untuk 700 unit rumah. Kami berterima kasih atas bantuan perumahan yang telah disampaikan kepada masyarakat di Flores Timur. Rencananya bulan depan kami akan melakukan serah terima BSPS kepada masyarakat," pungkasnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id