Tren Penjualan Properti Positif Didorong Daya Beli

    Rizkie Fauzian - 21 Januari 2020 13:16 WIB
    Tren Penjualan Properti Positif Didorong Daya Beli
    Penjualan properti naik didorong daya beli masyarakat. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Tren penjualan properti diyakini positif tahun ini. Pasalnya, pasar properti di Indonesia masih menarik didorong oleh kuatnya daya beli masyarakat menengah.

    "Di sektor apartemen penjualan juga terus tumbuh positif. Tren penjualan apartemen Lippo Karawaci menunjukkan bahwa pasar properti masih menarik," ujar CEO Lippo Karawaci John Riady, dalam keterangan resminya, Selasa, 21 Januari 2020.

    Menurutnya, tren penjualan ini membuktikan daya tarik pasar ritel Indonesia masih kuat terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan kelas menengah yang tumbuh pesat.

    "Selain itu demografi penduduk berusia muda, lebih dari separuh populasi berusia di bawah 30 tahun," jelasnya.

    Tren positif tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan penjualan properti dari Lippo Karawaci. Di 2019, Lippo Karawaci melakukan penjualan sebanyak Rp1,85 triliun atau naik 23 persen dari target penjualan yang dicanangkan yaitu sebesar Rp1,5 triliun. 

    Penjualan  di kuartal keempat sebesar Rp707 miliar atau naik sebesar 132,6 persen dari penjualan di kuartal kedua sebesar Rp304 miliar. Hal ini mencerminkan momentum bisnis perusahaan semakin menguat dan juga overall demand pembeli yang juga semakin kuat.

    "Kami optimistis bahwa permintaan sektor properti akan tetap kuat di 2020. Kami akan melanjutkan kinerja positif dari strategi bisnis kami untuk terus memanfaatkan momentum baik ini untuk meningkatkan penjualan," ucap John.   

    Ditegaskan John, peningkatan penjualan didorong oleh penjualan saat ini dan percepatan proses konstruksi berbagai properti baru yang sedang dibangun. 

    Perseroan juga optimistis terhadap permintaan di pasar properti akan terdorong oleh faktor pemulihan ekonomi dan kebijakan pemerintah tahun depan. Dari sisi pemerintah, yang mendorong demand properti di antaranya program rumah bersubsidi. Program ini sudah masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Sesuai rencana, Lippo Karawaci akan meluncurkan sejumlah landed residential product di Karawaci guna mengejar target marketing sales tahun depan. Di sisi lain, perseroan juga melanjutkan proyek-proyek yang tengah berjalan.

    Perusahaan memastikan anggaran proyek Meikarta yang digarap Lippo Cikarang USD180 juta. Dana itu berasal dari hasil penggalangan dana melalui rights issue (penerbitan saham baru untuk menambah modal) tahun ini. 

    Perseroan telah berhasil menggalang dana senilai total USD808 juta, yang berasal dari penawaran umum terbatas USD788 juta dan divestasi aset di Myanmar USD20 juta. 

    Selain mengembangkan enam proyek properti yang sedang berjalan, perseroan mengelola 51 mal dengan gross floor area 3,4 juta m2, serta jaringan 36 RS yang difasilitasi 3.666 unit tempat tidur. 

    Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (landbank) yang terdiversifikasi dengan izin pengembangan lebih dari 8.000 ha. Lahan seluas 1.461 ha yang tersebar di Indonesia menyediakan keperluan pengembangan di kemudian hari untuk jangka waktu lebih dari 15 tahun.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id