Pemindahan Ibu Kota Jadi Peluang Besar Properti

    Eko Nordiansyah - 04 Februari 2020 10:03 WIB
    Pemindahan Ibu Kota Jadi Peluang Besar Properti
    Peluang sektor properti di ibu kota baru. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur akan menjadi peluang besar bagi bisnis properti. Dalam beberapa tahun ke depan dibutuhkan investasi yang tidak sedikit untuk pembangunan di ibu kota baru.

    "Pemindahan ibu kota ini buat sektor properti dan kita mendorong sektor properti dalam beberapa tahun. Prosesnya kita mulai dari UU-nya, sehingga dunia usaha bisa melihat konsep, karena itu proyek properti terbesar," kata dia di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin malam, 3 Februari 2020.

    Pemindahan ibu kota membutuhkan dana kurang lebih Rp466 triliun. Hanya sekitar 19,2 persen saja atau Rp89,47 triliun yang menggunakan kas negara. Sementara sisanya mengandalkan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) 54,6 persen atau Rp254,44 triliun, dan swasta 26,2 persen atau Rp122,09 triliun.

    Dirinya menambahkan, selama ini kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai sektor properti cukup terbatas. Padahal sektor ini memberikan multiplier effect terhadap sektor lainnya yang bisa menggerakkan perekonomian.

    "Sektor properti kontribusi biasanya selalu di bawah nasional. Padahal sektor konstruksi dan real estate saling terkaitan tinggi, dia terkait perdagangan, industri barang logam, macam-macam, terkait transportasi. Sektor properti selalu kita percaya adalah lokomotif pembangunan," jelas dia.

    Tidak hanya itu, sektor properti juga dinilai memiliki konten barang impornya paling kecil. Bahkan penyediaan rumah murah oleh pemerintah hampir seluruh komponen yang digunakannya merupakan produksi dalam negeri, sehingga ikut menggerakkan industri nasional.

    "Bagaimana kebijakan fiskal bisa mendorong program perumahan. Pertama logika availability, membuat harga terjangkau mendorong ketersediaan rumah, dan meningkatkan akses pembiayaan dukungannya dari insentif fiskal," pungkasnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id