Harga Properti Residensial di Denpasar Naik

    Antara - 03 Juli 2020 20:25 WIB
    Harga Properti Residensial di Denpasar Naik
    Harga rumah di Denpasar naik di tengah pandemi korona. Foto: Shutterstock
    Denpasar: Survei Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I-2020 menunjukkan peningkatan.

    "Kalau di sektor pariwisata turun dalam, namun untuk di sektor properti kita masih tumbuh positif di tengah pandemi covid-19," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, Jumat, 3 Juli 2020.

    Perkembangan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I-2020 tumbuh 0,22 persen (yoy), sedangkan pada triwulan IV-2019 sebesar 0,16 persen.

    Dibandingkan dengan data nasional yang sebesar 1,68 persen (yoy) pada triwulan I-2020, Bali mencatat harga properti residensial primernya tumbuh sebesar 0,22 persen juga masih lebih baik.

    Untuk harga properti residensial primer untuk rumah dengan tipe kecil di Denpasar pada triwulan I-2020 tumbuh sebesar 0,6 persen (yoy), sedangkan yang tipe menengah sebesar 0,1 persen.

    "Jadi, rumah residensial primer masih ada yang naik harganya, penjualan masih cukup bagus, masih menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan IV-2019," ujar Trisno.

    Selain itu, kinerja penjualan properti residensial primer juga masih cukup baik yakni masih menunjukkan peningkatan dari penjualan triwulan IV-2019, dengan peningkatan penjualan untuk tipe besar. Metode penjualan mayoritas memanfaatkan fasilitas KPR (sekitar 50 persen).

    Sementara itu, perkembangan harga properti residensial pasar sekunder untuk wilayah Denpasar dan Kuta Selatan menunjukkan perlambatan pertumbuhan harga. Adanya penyebaran covid-19 sejak triwulan I-2020 juga menyebabkan perlambatan harga yang lebih dalam.

    "Untuk properti yang komersial pada triwulan I-2020 di Denpasar mengalami perlambatan dengan level yang lebih dalam nasional. Perlambatan tersebut terutama berasal dari penurunan biaya sewa untuk hotel dan apartemen karena memang permintaan yang turun seiring menurunnya pariwisata akibat covid-19," ujarnya.

    Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Rizki Ernadi Wimanda mengatakan pangsa lapangan usaha properti terhadap perekonomian Bali masih rendah yakni 4,1 persen terhadap PDRB provinsi Bali.

    Namun perkembangan properti pada triwulan I-2020 masih mampu tumbuh positif di tengah kontraksi yang dialami oleh Provinsi Bali.

    "Sedangkan pada triwulan lI-2020, perkembangan inflasi terkait perumahan baik di Indonesia maupun Bali cenderung melandai dan di bawah angka inflasi umum," ujarnya.

    Tantangan perkembangan properti ke depan, lanjut Rizki adalah terkait dengan menurunnya pendapatan masyarakat yang dapat menekan kinerja properti residensial serta masih rendahnya tingkat okupansi hotel yang menekan kinerja properti komersial.

    "Penyebaran covid-19 terutama berdampak terhadap perkembangan harga untuk properti residensial di pasar sekunder serta perkembangan properti komersial. Perkembangan harga properti residensial pasar sekunder cenderung menunjukkan perlambatan pertumbuhan harga dalam beberapa waktu terakhir yang diperparah dengan adanya penyebaran covid-19," ujarnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id