Anggaran Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Rp5.224 Miliar

    Rizkie Fauzian - 06 Februari 2020 10:28 WIB
    Anggaran Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Rp5.224 Miliar
    Penataan kawasan waterfront city Pangurungan Kabupaten Samosir. Foto: dok Kementerian PUPR.
    Jakarta: Pemerintah terus mengembangkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau dikenal dengan 10 Bali Baru. Lima di antaranya telah terpilih yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado Bitung-Likupang.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan dukungan infrastruktur akan selesai pada akhir 2020 untuk lima KSPN Prioritas, sehingga mulai 2021 dapat menyentuh lima KSPN lain.

    "Kementerian PUPR menyiapkan anggaran sebesar Rp5.224 miliar untuk mendukung hal tersebut," ucap Menteri Basuki saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu, 5 Februari 2020.

    Pembangunan infrastruktur KSPN mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir. Selanjutnya bidang permukiman yakni penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata dengan total anggaran sekitar Rp6 triliun.

    Dukungan infrastruktur yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2020 beberapa di antaranya telah memasuki tahap lelang pada Desember 2019 dan diharapkan mulai konstruksi pada Februari 2020, seperti penataan Kampung Ulos Hutaraja di KSPN Danau Toba senilai Rp42,3 miliar, peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Soekarno Hatta Atas-Jalan Soekarno Bawah-Jalan Pede di KSPN Labuan Bajo dengan biaya Rp181 miliar.

    Selanjutnya, penataan Kawasan Pantai Paal di KSPN Manado Bitung-Likupang dengan biaya Rp96 miliar. Penataan lain yang akan memasuki tahap lelang di antaranya penggantian Jembatan Tano Ponggol di KSPN Danau Toba sepanjang 450 meter pada Maret 2020 dan pengembangan Kawasan 3 Gili di KSPN Mandalika pada Juni 2020 dengan biaya Rp70 miliar.

    "Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul," ungkap Menteri Basuki.

    Dengan terbangunnya infrastruktur pendukung KSPN, Menteri Basuki mengatakan Indonesia dapat bersaing dengan negara lain melalui sektor pariwisata karena memiliki keunikan tersendiri. Di samping itu, melalui sektor pariwisata juga bisa lebih cepat dalam membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi lokal.

    "Pembangunan kawasan pariwisata ini jawaban untuk memperkecil ketimpangan antardaerah. Pariwisata juga paling cepat meng-create lapangan pekerjaan dan murah," ungkapnya.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id