Investasi Hotel di Asia Pasifik Capai Rp154 Triliun

    Rizkie Fauzian - 31 Oktober 2019 10:54 WIB
    Investasi Hotel di Asia Pasifik Capai Rp154 Triliun
    Volume transaksi hotel di wilayah Asia Pasifik meningkat. Foto: Shutterstock
    Jakarta: Volume transaksi hotel di wilayah Asia Pasifik meningkat 25-30 persen mencapai USD11 miliar atau Rp154 triliun pada 2019 dibanding tahun lalu. Bahkan pada 2017 dan 2015 angkanya melampaui USD11 miliar.

    CEO JLL Hotels & Hospitality Asia Pacific Mike Batchelor mengatakan terlepas dari situasi ekonomi yang kurang menentu dan meningkatnya sentimen politik, hotel-hotel di Asia Pasifik memperlihatkan prospek bisnis yang meyakinkan. Terutama di tengah pertumbuhan industri pariwisata serta penurunan suku bunga dan imbal hasil obligasi.

    "Permintaan yang kuat tahun ini didukung oleh perusahaan ekuitas swasta, pengembang, dan klien domestik. Ini membuat kami yakin bahwa 2019 akan menjadi tahun ketiga dengan volume transaksi tertinggi dalam satu dekade terakhir," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Menurut JLL, investasi hotel di wilayah Asia Pasifik telah mencapai USD7,8 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini. Hal tersebut didorong oleh serangkaian agenda acara besar di Jepang, seperti Piala Dunia Rugbi 2019, Olimpiade Tokyo 2020 dan World Expo 2025. Negara ini telah membukukan volume transaksi hampir USD3 miliar.

    "Penopang pariwisata tersebut akan mendorong permintaan akomodasi, dan para investor akan memanfaatkan peluang ini. Jepang adalah pasar dengan kinerja terbaik di kawasan ini dan diperkirakan akan membukukan rekor tertinggi dengan volume transaksi sebesar USD4 miliar tahun ini," lanjut Batchelor.

    Di seluruh Asia Pasifik, prospek pasar hotel tetap positif. Di Tiongkok, menurunnya permintaan sewa kantor dan penjualan ritel telah mengalihkan perhatian investor ke hotel-hotel yang berada di wilayah dengan kinerja perdagangan yang meningkat.

    Sementara itu, Singapura menantikan beberapa transaksi penting tahun ini. Pada September, JLL menyarankan OUE Limited untuk menjual Oakwood Premier OUE Singapura ke perusahaan joint-venture Hong Kong sebesar USD209 juta. 

    Baru-baru ini, JLL menandatangani perjanjian penjualan Andaz Singapura yang merupakan transaksi aset hotel tunggal terbesar dalam sejarah kota pulau itu, bernilai USD344 juta.

    Modal Asing Mencari Imbal Hasil Lebih Tinggi

    Laporan ini mengungkapkan bahwa meski investor domestik aktif di pasar dalam negeri mereka, terutama di Jepang dan Tiongkok, masih ada ceruk investasi asing yang menunggu untuk mengeksplorasi pertumbuhan pariwisata yang kuat dan imbal hasil yang tinggi di kawasan ini.

    Misalnya Korea Selatan yang mencatatkan kenaikan tajam investasi asing pada 2019. Para investor asing perlahan menguasai akses pasar yang ketat di saat investor institusi memilih keluar setelah berakhirnya periode investasi.

    Managing Director Head of Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Mr Nihat Ercan mengatakan, sampai 2015 transaksi di Korea Selatan murni transaksi domestik, tapi saat ini transaksi antar negara mencapai seperempat dari total jumlah transaksi. Selagi pasar berkembang lebih dalam, kita bisa berharap bahwa investor asing akan mencatatkan transaksi yang lebih besar.

    Pasar menarik lainnya yaitu Maladewa, seperti yang tercantum dalam laporan tersebut. Reputasinya sebagai tujuan wisata yang paling diburu sudah menarik sekitar USD260 juta dalam transaksi antar negara tahun ini saja. 

    "Ketika investor-investor domestik atau asing tengah mencari peluang imbal hasil yang lebih tinggi di Asia Pasifik, sektor perhotelan akan terus bersinar. Kami yakin bahwa momentum investasi ini akan terus mendorong volume transaksi hotel di kawasan ini memasuki 2020," Mr Ercan.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id