Sertifikat Elektronik Bisa Hindari Pemalsuan

    Rizkie Fauzian - 03 Maret 2021 19:38 WIB
    Sertifikat Elektronik Bisa Hindari Pemalsuan
    Sertifikat elektronik hindari mafia tanah. Ilustrasi: Shutterstock



    Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan melalui sertifikat elektronik. 

    "Ini adalah cara kita meningkatkan keamanan, karena dengan sertifikat elektronik kita lebih bisa menghindari pemalsuan dari oknum mafia tanah yang saat ini sangat meresahkan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yulia Jaya Nirmawati Yulia Jaya Nirmawati dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Maret 2021.






    Yulia menjelaskan terkait berita yang sempat beredar bahwa akan ada penarikan sertifikat fisik di masyarakat setelah keluarnya sertifikat elektronik.

    "Kami pastikan itu tidak benar, tidak ada penarikan sertifikat di masyarakat, prosesnya akan berjalan secara bertahap dan sertifikat lama masih tetap berlaku selama belum dilakukan alih media ke sertifikat elektronik," jelasnya. 

    Selain untuk meningkatkan keamanan dari praktik pemalsuan oleh mafia tanah, sertifikat elektronik merupakan mitigasi terhadap bencana alam serta mampu meminimalisir kehilangan arsip. 

    "Banyak kasus yang terjadi sertifikat rusak bahkan hilang, dengan sertifikat elektronik hal demikian tidak akan terjadi lagi, selain itu sertifikat elektronik aman  terhadap bencana alam serta menjamin pemeliharaan dan pengelolaan arsip dan warkah pertanahan," ungkapnya.

    Yulia menambahkan, manfaat lainnya yang kita dapatkan dari transformasi sertifikat analog ke sertifikat elektronik dengan penerapan tanda tangan berupa digital.

    "Hal ini yang pasti akan menjamin otentikasi data, integritas serta antipenyangkalan sertifikat tanah, serta setiap perubahan akan terdeteksi dan jika datanya tidak sesuai akan invalid dan jejak digitalnya akan terekam," kata Yulia.

    Lebih lanjut Yulia menjelaskan sertifikat elektronik dilengkapi dengan keamanan yang sangat baik. Data pemilik tanah akan disesuaikan dengan pendekatan perlindungan data pribadi, hanya data tertentu yang dapat diakses secara publik, penyimpanan data digital teratur di dalam Data Center dan DRC.

    "Penggunaan sertiFikat menggunakan dua faktor authentication, keamanan informasi menerapkan standar ISO 27001:2013, menggunakan metode enkripsi serta menggunakan tanda tangan elektronik, sehingga untuk sertifikat elektronik ini dijamin keamanannya," ujarnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id