3 Berita Populer Properti, Miliarder Beli Tanah Rp478 Miliar hingga Warna Dinding Pembawa Energi Positif

    Rizkie Fauzian - 02 Desember 2020 10:51 WIB
    3 Berita Populer Properti, Miliarder Beli Tanah Rp478 Miliar hingga Warna Dinding Pembawa Energi Positif
    Lahan yang dibeli miliarder dengan harga Rp478 miliar. Foto: Realtor.com
    Jakarta: Sejumlah berita properti pada Selasa, 1 Desember terpantau menjadi perhatian pembaca Medcom.id.
     
    Berita seorang miliarder yang membeli sebidang tanah dengan harga fantastis Rp478 miliar hingga warna cat dinding pembawa energi positif.
     
    Berikut rangkuman berita selengkapnya:

    1. Miliarder Ini Beli Sebidang Tanah Seharga Rp478 Miliar

    Pengusaha real estat sekaligus miliarder Randall Van Wolfswinkel membeli sebidang tanah di Trousdale Estates, Beverly Hills.
     
    Meski luasnya hanya 1 hektare (ha), lahan yang berada di kawasan mewah tersebut dibeli dengan harga fantastis USD33,75 juta atau setara Rp478 miliar (kurs Rp14.188).
     
    Properti yang berada di sepanjang cul-de-sac tersebut telah beberapa kali pindah kepemilikan selama 12 tahun terakhir. Awalnya rumah terbengkalai tersebut hanya bernilai USD7 juta.
     
    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Warna Cat Dinding Ini Bawa Energi Positif

    Warna merupakan elemen penting dalam sebuah rumah karena dipercaya mampu mengubah mood penghuninya. Selain itu, warna juga dikaitkan dengan kepribadian seseorang.
     
    Dalam prinsip Feng Shui, warna-warna tertentu dapat menghasilkan energi positif yang membawa kedamaian. Salah satu cara memperoleh energi positif yaitu dengan mengecat dinding kamar.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. 12 Klaster dalam UU Cipta Kerja, dari Tata Ruang hingga Pertanahan

    Banyaknya regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat hingga daerah dinilai menghambat. Hal tersebut diakibatkan regulasi yang bersifat sektoral dan tumpang tindih.
     
    Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil menilai regulasi yang tumpang tindih tersebut bisa mengakibatkan orang yang tidak melakukan tindakan kriminal bisa dipenjarakan.
     
    "Beberapa pegawai di BPN ada yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara karena mereka sebenarnya melakukan apa yang harus mereka lakukan. Tetapi karena adanya peraturan lain, misal mengatur kawasan kehutanan dan beberapa hal lain, pegawai BPN dipenjarakan. Banyak kasus seperti itu terjadi," ungkapnya.
     
    Baca berita selengkapnya di sini
    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id