comscore

Investasi Properti di Asia Pasifik Tembus Rp2.537 Triliun

Rizkie Fauzian - 23 Februari 2022 21:55 WIB
Investasi Properti di Asia Pasifik Tembus Rp2.537 Triliun
Investasi properti di Asia Pasifik tembus Rp2.537 triliun. Ilustrasi: Shutterstock
Jakarta: Investasi langsung di pasar real estat komersial Asia Pasifik mencapai USD177 miliar atau Rp2.537 triliun (kurs Rp14.335) pada 2021 dengan angka volume belanja modal yang kembali ke sebelum pandemi pada 2019. 

Menurut data yang dipublikasikan pada laporan JLL Asia Pacific Capital Tracker 4Q21, volume investasi setahun penuh pada 2021 naik 26 persen secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan aktivitas di Australia, Tiongkok, dan stabilitas pasar di Jepang.
CEO Capital Markets JLL Asia Pacific Stuart Crow mengatakan, pemulihan sektor real estat di Asia Pasifik menguat pada 2021 seiring bertambahnya arus modal dari investor yang menunjukkan kepercayaan jangka panjang melalui diversifikasi portofolio investasi di berbagai wilayah dan sektor. 

"Meski para investor belum sepenuhnya kembali ke sektor properti Asia Pasifik, tetapi berdasarkan perbincangan kami dengan mereka, kami yakin ada keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur pada tahun 2022 dengan menargetkan transaksi yang lebih besar serta akuisisi platform," katanya dalam laporan, Rabu, 23 Februari 2022.  

Australia adalah negara yang paling banyak menarik investasi di kawasan ini, dengan peningkatan volume transaksi mencapai UDD35 miliar pada 2021, atau 170 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. 

Aktivitas tersebut didorong oleh kenaikan transaksi platform logistik sepanjang tahun, dengan rekor tertinggi tercatat sebesar USD9,3 miliar, termasuk pembelian portofolio Milestone senilai USD2,7 miliar oleh ESR dan GIC dari Blackstone. 

Investasi perkantoran dan ritel juga mulai pulih, terlihat dari transaksi besar-besaran Melbourne Quarter Tower oleh National Pension Service of Korea dan akuisisi 50 persen dari tiga aset ritel di Sydney oleh LINK REIT.

Transaksi di Tiongkok meningkat 21 persen secara tahunan menjadi USD39 miliar pada 2021, didorong oleh aktivitas di sektor ritel, logistik, dan pusat data. Pencatatan 13 surat berharga investasi properti (REITs) mendapat sambutan baik dari investor dan menandai perkembangan baru di pasar properti dalam negeri Tiongkok.

Tahun ini sektor real estat di Jepang mencatat investasi langsung sebesar USD41 miliar, angka tersebut turun 4 persen jika dibanding tahun sebelumnya, meski di tengah ramainya bisnis multi-keluarga. 

Di bisnis perkantoran, penjualan dan penyewaan kembali kantor pusat biro iklan Dentsu di Tokyo senilai USD2,8 miliar menjadi salah satu transaksi yang diperhitungkan.

Pada 2021, investasi logistik mencapai USD48 miliar, tumbuh 50 persen secara tahunan dan mencapai dua kali lipat sejak 2019. Minat investor terhadap transaksi besar yang bernilai lebih dari USD300 juta meningkat tajam pada 2021. 

Data JLL menunjukkan adanya peningkatan investasi sebesar empat kali lipat di sektor ini selama dua tahun terakhir. JLL memperkirakan bahwa minat investor akan terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis penyewaan di kawasan Asia Pasifik dan keinginan investor untuk mengatur ulang portofolio mereka, meskipun ada penurunan imbal hasil dari segmen logistik.

Pasar perkantoran terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mencatatkan nilai investasi sebesar USD74 miliar pada 2021, naik 17 persen dibanding tahun 2020. 

Hal ini menjadikan sektor tersebut sebagai kelas real estat paling likuid di Asia Pasifik. JLL memprediksi minat di pasar perkantoran akan tumbuh 20-30 persen pada tahun ini seiring stabilnya tingkat penyewaan dan okupansi, serta para investor fokus pada faktor kualitas, kesehatan, dan keamanan dalam berinvestasi di bangunan Grade A.

Pulihnya tingkat belanja konsumen meningkatkan daya tarik aset ritel di kawasan tersebut pada 2021. Transaksi ritel naik 67 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai USD36 miliar, hal ini turut dipengaruhi oleh tingkat belanja konsumen dan imbal hasil yang membangkitkan kepercayaan para investor.

Dibukanya kembali perjalanan antar negara secara bertahap dan harapan jangka panjang para investor terhadap sektor perhotelan mendorong peningkatan transaksi di sektor ini sebesar 39 persen secara tahunan menjadi USD8,5 miliar. 

Head of Capital Markets Research, Asia Pacific, JLL Regina Lim, berdasarkan estimasi JLL, Tiongkok, Jepang, Korea dan Australia berkontribusi 82 persen dari total volume transaksi di sektor ini.

"Investor menginginkan lebih banyak eksposur ke sektor real estat Asia Pasifik untuk mendapatkan imbal hasil yang menarik. Mereka siap menaikkan kurva risiko untuk mendiversifikasi portofolio. Dengan berbagai kesempatan investasi dan meningkatnya permintaan, kami mengharapkan adanya momentum kenaikan pada 2022 dan kami tetap yakin bahwa volume investasi akan melampaui angka USD200 juta pada tahun ini," katanya. 

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id