comscore

25.963 Pekerja Konstruksi Sudah Bersertifikat

Rizkie Fauzian - 30 Juni 2022 13:44 WIB
25.963 Pekerja Konstruksi Sudah Bersertifikat
Jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat capai 25.963 orang. Foto: MI
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi hingga Juni 2022 mencapai 25.963 orang atau sebesar 50 persen setelah automatic adjustment.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.745 orang merupakan Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) reguler dan 24.218 orang TKK vokasi. Pada Tahun Anggaran 2022, pelatihan dan sertifikasi TKK ditargetkan sebanyak 46.790 orang terdiri dari 17.800 orang TKK reguler dan 28.990 orang TKK vokasi. 
 
Baca juga: Ditjen Bina Marga Dapat Pagu Anggaran Rp40,25 Triliun, Buat Apa?

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur masih terus menjadi prioritas, tetapi di samping itu juga peningkatan kualitas SDM juga terus dilaksanakan oleh Pemerintah. 
"Kementerian PUPR juga mempunyai tanggung jawab mengembangkan SDM yang kompeten di bidang infrastruktur PUPR," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juni 2022.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan tantangan dalam layanan sertifikasi adalah masih banyak Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang menunggu proses lisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 
 
Baca juga: Kementerian PUPR Dorong Belanja Produk Dalam Negeri

"Sampai saat ini kurang lebih ada 15 LSP sudah mendapat lisensi BNSP dan baru 6 yang beroperasi. Sisanya sebanyak 9 LSP masih menyelesaikan hal teknis untuk bisa beroperasi," kata Yudha Mediawan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI.

Pada TA 2023, program pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi terus dilaksanakan dengan target sebanyak 37.367 orang. Rinciannya sebanyak 13.284 orang untuk TKK reguler dan 24.083 TKK vokasional dengan sasaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), politeknik, universitas, instruktur, dan asesor. 

Program pengembangan SDM ini juga diharapkan dapat memenuhi tuntutan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang berkualitas dan andal. Pada 2023, program pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi dibagi dalam tujuh wilayah balai jasa konstruksi.
 
Baca juga: Ditjen Bina Marga Dapat Pagu Anggaran Rp40,25 Triliun, Buat Apa?

Wilayah I yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Kep. Riau, Riau sebanyak 4.683 orang yang terdiri dari 1.000 TKK reguler dan 3.683 TKK vokasional, wilayah II yakni Sumsel, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Lampung sebanyak 5.280 orang terdiri dari 3.353 TKK reguler dan 1.927 TKK vokasional.

Selanjutnya, wilayah III yakni Banten, Jakarta, Jabar sebanyak 6.144 orang terdiri dari 1.000 TKK reguler dan 5.143 TKK vokasional. Wilayah IV yakni Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali, NTB, NTT sebanyak 8.383 orang terdiri dari 1.767 TKK reguler dan 6.616 TKK vokasional.

Kemudian wilayah V yakni Kalimantan sebanyak 5.283 orang terdiri dari 2.399 TKK reguler dan 2.884 TKK vokasional, wilayah VI yakni Sulawesi dan Gorontalo sebanyak 3.613 orang terdiri dari 1.000 TKK reguler dan 2.613 TKK vokasional dan wilayah VII yakni Maluku dan Papua sebanyak 3.982 orang terdiri dari 2.765 TKK reguler dan 1.217 TKK vokasional.

(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id