Pemerintah Perbaiki 4.000 Rumah Tak Layak Huni

    Rizkie Fauzian - 16 Maret 2020 17:57 WIB
    Pemerintah Perbaiki 4.000 Rumah Tak Layak Huni
    Bedah rumah di kawasan Bandar Lampung. Foto: Kementerian PUPR
    Palembang: Sebanyak 4.000 unit rumah di Provinsi Sumatra Selatan mendapatkan bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. 

    Bantuan diberikan kepada delapan Kabupaten/Kota yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Empat Lawang, Oku Timur, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir. 

    Tak hanya itu, pemerintah melalui Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Selatan memberikan pengarahan pra tugas kepada puluhan peserta Tim Teknis, Koordinator Fasilitator (Korfas), Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk pelaksanaan Program BSPS.

    Pembekalan dilaksanakan guna memberikan pemahaman kepada Korfas dan TFL agar mampu mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan pembangunan rumah yang mendapatkan program BSPS

    "Kami berupaya agar masyarakat yang mendapatkan bantuan Program BSPS bisa didampingi oleh Korfas dan TFL yang benar-benar memahami tugas dan bagaimana program tersebut dilaksanakan di lapangan," ujar Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatra Selatan, A Darwis dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2020.

    Menurut Darwis, pihaknya meminta para petugas pendamping program BSPS di Provinsi Sumatra Selatan untuk mengaplikasikan apa yang telah disampaikan dalam pembekalan ini dengan sebaik-baiknya. Salah satu target pelaksanaan Program BSPS adalah bekerja dengan 3T yakni Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran.

    "Mari kita bantu masyarakat dalam mengentaskan rumah tidak layak huni di Provinsi Sumatra Selatan. Saya berharap para Korfas dan TFL dapat segera terjun ke lapangan untuk mengecek data dan melakukan monitoring terhadap rumah masyarakat yang memang tidak layak huni untuk mendapat bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR," ungkapnya.

    Darwis menjelaskan, tujuan diadakannya pengarahan pra tugas ini adalah memberikan pemahaman kepada Korfas dan TFL agar mampu mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan pekerjaan program BSPS. Para peserta dalam kegiatan ini dituntut untuk lebih aktif, interaktif, dan banyak berdiskusi, sehingga dengan pembekalan yang singkat ini diharapkan peserta mampu menyerap ilmu mengenai program bedah rumah dengan baik.

    Dirinya juga menekankan kepada Korfas dan TFL serta seluruh jajaran yang terlibat pada program BSPS ini agar jangan sampai ada perbuatan penyimpangan bantuan, korupsi, kolusi baik di tingkat toko penjual bahan bangunan, bahkan menghindari pungutan-pungutan liar yang tidak ada dasarnya sama sekali. 

    "Program BSPS ini bebas biaya artinya tidak ada membebankan biaya apapun pada penerima bantuan," tandasnya.

    Sementara itu, Kasubdit Fasilitasi Pemberdayaan dan Kemitraan Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Niken Nawangsasi, menerangkan pelaksanaan program serta tujuan kegiatan BSPS telah diatur di Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 7/PRT/M/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS. 

    Salah satunya adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kementerian PUPR dalam hal ini menyalurkan bantuan stimulan kepada masyarakat penerima bantuan sebesar Rp17,5 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp35 juta untuk pembangunan rumah baru. 

    Bantuan tersebut disalurkan melalui bank penyalur Program BSPS. Tugas Korfas maupun TFL Program BSPS adalah mendampingi masyarakat dalam proses pelaksanaan pembangunan. Masyarakat nantinya akan diberikan petunjuk tenkis dan secara berkelompok guna menunjuk salah satu took bahan bangunan untuk mensuplai bahan bangunan yang akan digunakan untuk membangun rumahnya.

    Dengan demikian, bantuan stimulan akan diterima masyarakat dalam bentuk bahan bangunan senilai Rp15 juta dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Sedangkan untuk pembangunan rumah baru, jumlah bahan material yang diterima senilai Rp30 juta dan Rp5 juta untuk upah tukang.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id