Pembangunan Rusun Pasar Jumat Sudah 90%

    Rizkie Fauzian - 07 Juli 2020 09:58 WIB
    Pembangunan Rusun Pasar Jumat Sudah 90%
    Rusun Pasar Jumat segera rampung. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Pembangunan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Jumat, DKI Jakarta mencapai 90 persen. Diperkirakan pekerjaan konstruksi bangunan rusun akan rampung akhir Juli 2020.

    "Progres fisik pembangunan Rusun Pasar Jumat hingga saat ini sudah sekitar 90 persen. Ditargetkan pada akhir Juli 2020 sudah rampung," kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2020.

    Luas bangunan utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2.800 meter persegi  terdiri dari 18 lantai. Sekitar 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit dan dua lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2.

    Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas satu kamar utama, satu kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet duduk, serta ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 KWh.

    Pembangunan Pasar Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan dinding. Untuk precast pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

    LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup banyak.

    Sementara HCS sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang dengan kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.

    Pembangunan rusun di samping untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), dan TNI/Polri.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi tatanan baru (new normal).

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan kepada PT. Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana untuk segera menyelesaikan pembangunan Rusun tersebut dengan tetap menjaga kualitas agar bisa dimanfaatkan ASN dengan baik.

    Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi melakukan pengecekan lapangan ke unit hunian di lantai 3, kesiapan lift, tangga darurat, tempat parkir dan landscape bangunan.

    Rusun Pasar Jumat merupakan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Rusun tersebut dibangun di atas lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR yang berada tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

    Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik diharapkan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN.

    Diharapkan konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id