3.555 Rumah Tak Layak Huni di Yogyakarta Diperbaiki

    Rizkie Fauzian - 26 November 2020 19:59 WIB
    3.555 Rumah Tak Layak Huni di Yogyakarta Diperbaiki
    Perbaikan kualitas rumah melalui program BSPS atau bedah rumah . Foto: Kementerian PUPR
    Sleman: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan rumah susun dan penyaluran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk masyarakat di Yogyakarta.

    Tahun ini ada sekitar 5.000 rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan program BSPS. Dari angka tersebut, sekitar 3.555 unit rumah sudah selesai dibangun.

    "Masih ada 1.445 unit rumah yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Tapi kami optimistis pembangunan rumah bisa selesai tepat waktu," ujar Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Yogyakarta M Arifman dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 November 2020.

    Sedangkan untuk pembangunan hunian vertikal, ada empat tower rusun yang dibangun di Yogyakarta yakni di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Rusun Santri Ponpes Ali Maksum dan Rusun ASN Kementerian PUPR.

    "Dari empat Rusun yang ada masih ada dua Rusun yang masih dalam tahap proses penyelesaian akhir," jelasnya.

    Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Mochmmad Mulya Permana mengatakan pembangunan perumahan dilakukan dengan baik sesuai dengan perencanaan.

    Menurutnya, tahun ini setidaknya ada sejumlah program perumahan yang perlu dipercepat proses pembangunannya di lapangan seperti pembangunan rumah susun dan penyaluran bantuan bedah rumah yakni Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

    "Setiap pelaksanaan program pemerintah termasuk pembangunan perumahan perlu ada perencanaan pengawasan pemantauan dan evaluasi serta percepatan. Hal itu dilaksanakan untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya," katanya.

    Mulya menambahkan BP2P Wilayah Jawa III akan menerjunkan petugas dari Satuan Kerja serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. Apalagi saat ini pekerjaan fisik untuk pembangunan berjalan efektif tersisa sekitar satu bulan saja.

    Selain itu, pihaknya juga meminta para tukang bangunan untuk mempercepar pembangunan rumah swadaya agar tidak terhambat dengan kendala cuaca seperti turunnya hujan serta hal lain yang bersifat teknis. Sedangkan untuk mempercepat konstruksi Rusun, para kontraktor dan pekerja serta mandor dan Manajemen Konstruksi untuk bekerja dengan baik di lapangan.

    "Pekerjaan fisik pembangunan sebisa mungkin harus sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Namun yang harus diperhatikan adalah para pekerja juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan guna menghindari terjangkit covid-19," jelasnya.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id