Suku Bunga BI Turun, Bagaimana KPR?

    Rizkie Fauzian - 29 April 2021 13:47 WIB
    Suku Bunga BI Turun, Bagaimana KPR?
    Penurunan suku bunga KPR dan KPA belum sebesar penurunan BI7DRR. Foto: Shutterstock



    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen. Hal ini diharapkan bisa mendukung pemulihan ekonomi dan mendongkrak pertumbuhan bisnis properti.

    Namun, Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan yang paling penting dari kebijakan BI mempertahankan suku bunga adalah pelaksanaannya. Karena secara historis, langkah BI tidak langsung diikuti oleh kalangan perbankan.






    "Perbankan tidak menurunkan suku bunga kredit khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), sehingga walaupun suku bunga BI sudah turun namun industri properti tidak bisa segera langsung merasakan dampaknya,"jelasnya dalam laporan, dikutip Kamis, 29 April 2021.

    Padahal menurut Marine, penurunan suku bunga acuan terus berlangsung selama setahun terakhir sebesar 100 bps dari April 2020 lalu, namun hanya sedikit mendorong turunnya suku bunga kredit properti. 

    "Suku bunga KPR mengalami penurunan tipis dari 8,67 persen menjadi 8,26 persen dan KPA dari 8,63 persen menjadi 8,22 persen berdasarkan data Bank Indonesia per Februari 2021," jelasnya.

    Data tersebut menunjukkan bahwa suku bunga KPR dan KPA memang sudah mengalami penurunan namun tipis dan masih relatif tinggi terhadap suku bunga acuan. Dari catatan BI, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan masih terbatas dalam merespons pemangkasan suku bunga kebijakan. 

    Dari Januari 2020 sampai Januari 2021, suku bunga BI7DRR turun sebesar 125 bps (year-on-year), sementara SBDK hanya turun sebesar 78 bps (year-on-year).

    Meski penurunan suku bunga KPR dan KPA memang belum sebesar penurunan BI7DRR, namun sudah terlihat upaya bank yang menurunkan suku bunga KPR sebesar 15 bps pada Juli hingga Oktober 2020, dimana pada saat itu BI7DRR stagnan di empat persen. 

    Harapannya adalah perbankan terus melakukan penyesuaian suku bunga KPR dan KPA agar semakin memudahkan masyarakat untuk memiliki rumah, terutama pada situasi pandemi seperti sekarang ini.

    "Kebijakan BI agar BI7DRR tetap sebesar 3,50 persen ini masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah agar kebijakan ini bisa memiliki dampak yang lebih signifikan dengan menerapkan mekanisme yang dapat memastikan bahwa BI7DRR dipatuhi dan dilaksanakan oleh perbankan di Indonesia," jelas Marine.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id