comscore

Insentif PPN Dorong Penjualan Rumah

Antara - 04 Februari 2022 22:35 WIB
Insentif PPN Dorong Penjualan Rumah
Insentif PPN dongkrak penjualan rumah. Ilustrasi: Shutterstock
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menilai kebijakan pemerintah terkait insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) perumahan telah membantu penjualan rumah siap huni atau ready stock.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan bahwa terkait dengan perkembangan harga properti, kalau dilihat pertumbuhan tahunan indeks harga properti komersial relatif stabil dan juga ada peningkatan pada triwulan III tahun 2021 sebesar 0,3 persen.
"Salah satunya dikarenakan adanya upaya pengembang untuk menghabiskan rumah ready stock dengan memanfaatkan insentif PPN DTP Perumahan," ujar Iwan dalam seminar daring di Jakarta, Jumat, 4 Februari 2022.

Dalam paparannya, Iwan juga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan di sektor properti dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Menurut penelitian, pertumbuhan di sektor properti dapat membangkitkan pertumbuhan di 175 sektor usaha lainnya.

Maka dari itu dalam rangka mendukung pertumbuhan di sektor properti dibutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan, untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan di sektor properti yang berimbang untuk semua sektor dari menengah ke atas sampai dengan menengah ke bawah.

Kemudian komitmen untuk mendukung inovasi kebijakan yang dibuat pemerintah dalam rangka meningkatkan supply dan demand perumahan di Indonesia.

Serta keterbukaan informasi dan data supply demand perumahan oleh semua pemangku kepentingan untuk membantu pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang tepat sasaran.

Presiden Jokowi menyetujui perpanjangan insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sampai Juni 2022.

Dengan demikian rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar, diberikan insentif PPN DTP sebesar 50 persen dan diperhitungkan sejak awal kontrak. Sementara PPN DTP sebesar 25 persen juga diberikan untuk rumah tapak dan rumah susun senilai Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.


(KIE)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id