Tren Penjualan Rumah di Jawa Timur Menurun Selama PPKM

    Antara - 05 Agustus 2021 21:00 WIB
    Tren Penjualan Rumah di Jawa Timur Menurun Selama PPKM
    Penjualan rumah di Jawa Timur terdampak PPKM. Ilustrasi: Shutterstock



    Malang: Sektor properti di Jawa Timur terdampak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).  Selama masa PPKM, ada tren penurunan pada penjualan properti di Jawa Timur.

    "Rata-rata ada penurunan kurang lebih 30 persen selama PPKM ini karena orang tidak bisa melihat langsung, karena ini bukan jualan online," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur, Makhrus Soleh, Kamis, 5 Agustus 2021.

     



    Makhrus menjelaskan pada saat konsumen akan melakukan pembelian rumah atau properti, akan melakukan peninjauan langsung di lokasi perumahan. Selain itu, para calon pembeli juga akan melakukan perbandingan pada tiga sampai lima lokasi berbeda.

    Menurutnya, dengan ada pembatasan mobilitas masyarakat selama masa PPKM, para calon pembeli tidak bisa melakukan peninjauan pada lokasi perumahan, atau properti yang diinginkan, karena mengedepankan unsur kehati-hatian.

    Ia menambahkan sebelum penerapan PPKM yang bertujuan untuk menekan laju penyebaran virus corona mulai 3 Juli 2021 tersebut, pihaknya sempat meyakini bahwa tren penjualan properti di wilayah Jawa Timur akan mengalami perbaikan.

    Berdasarkan catatan DPD Apersi Jawa Timur, mulai awal 2021, hingga Juni, sudah ada tren peningkatan penjualan properti kurang lebih sebesar 30 persen, dibandingkan dengan tahun 2020.

    "Pada 2021 awal mulai naik dibanding 2020. Kenaikan kurang lebih di angka 30 persen. Namun, kini terdampak PPKM," ujarnya.

    Meskipun secara umum bisnis properti di Jawa Timur mengalami penurunan, penujualan perumahan bersubsidi masih cukup kuat. Perumahan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), atau skema subsidi dana bergulir mampu mendongkrak penjualan.

    Selain itu, penjualan rumah dengan harga di bawah Rp500 juta, masih banyak diminati oleh calon pembeli. Dua segmen perumahan tersebut dilaporkan masih mampu menggeliat meskipun terdampak PPKM.

    "Pangsa pasar pertama tetap FLPP. Kedua, untuk rumah di bawah Rp500 juta," ujarnya.

    Pemerintah pusat saat ini tengah menerapkan kebijakan PPKM sejak 3 Juli 2021 hingga saat ini, di Pulau Jawa, dan Bali sebagai upaya untuk menekan penambahan kasus konfirmasi positif covid-19.

    Pada saat masa PPKM, mobilitas masyarakat dibatasi, termasuk perjalanan antar wilayah. Sejumlah penyekatan dilakukan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, yang bertujuan untuk meminimalisasi adanya transmisi virus corona di daerah lain.

    Selain itu, pada masa PPKM, pusat-pusat perbelanjaan juga tidak diperbolehkan untuk beroperasi. Sementara untuk supermarket, restoran, pasar, dan sektor krusial lainnya, diperbolehkan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan sejumlah pembatasan.

    Secara keseluruhan ada sebanyak 322.692 kasus konfirmasi positif covid-19 di Jawa Timur,  Dari total tersebut, sebanyak 252.614 orang dilaporkan telah sembuh, 21.997 dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id