Sektor Logistik Masih Diminati Investor

    Rizkie Fauzian - 17 September 2020 12:49 WIB
    Sektor Logistik Masih Diminati Investor
    Bisnis logistik tetap dilirik investor. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Pandemi covid-19 telah memengaruhi arus investasi dan permintaan sewa ruang gudang di Asia Pasifik. Ketidakpastian seputar asumsi penjaminan emisi, termasuk perkiraan sewa dan ketersediaan ruang, telah memengaruhi seluruh sektor termasuk logistik.

    Bahkan di paruh pertama 2020, transaksi logistik mengalami penurunan hingga 32 persen secara tahunan. Meski demikian, sentimen investor terhadap sektor logistik Asia Pasifik tetap positif.

    Sementara itu, permintaan sewa secara keseluruhan melambat pada paruh pertama 2020, dengan penyerapan bersih sekitar 700 ribu meter persegi. Angka ini lebih rendah menjadi 2,2 juta meter persegi selama semester I-2020 dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu 2,9 juta meter persegi.

    Menurut Head of Industrial and Logistics JLL Southeast Asia Stuart Ross, sektor logistik tetap menjadi perhatian para investor meskipun terdapat moderasi dalam aktivitas transaksi. Namun belakangan ini terdapat tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pasar menjadi semakin kompleks.

    "Arus masuk modal ke sektor logistik telah menghasilkan transaksi yang lebih kompleks dan partisipasi yang lebih besar dari investor lama maupun baru ke dalam sektor ini dan kami harapkan hal ini akan terus berlanjut," katanya dikutip dari laporannya, Kamis, 17 September 2020.

    Sektor Logistik di Indonesia

    Head of Research JLL Indonesia James Taylor menambahkan sektor logistik sudah menjadi sektor favorit selama beberapa tahun di Indonesia.

    Jabodetabek masih kekurangan pasokan gudang logistik modern meskipun aktivitas pengembangan terus meningkat. Industri e-commerce yang berkembang tetap menjadi pendorong utama permintaan sewa ruang gudang berspesifikasi tinggi.

    "Tetapi sektor manufaktur, barang siap pakai dan kelompok logistik pihak ketiga juga merupakan pendorong permintaan utama. Sektor logistik juga terbukti sangat tangguh dalam menghadapi krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya," jelasnya.

    Seiring dengan investor yang sedang menata kembali strategi sektor logistik mereka di Asia Pasifik, JLL memprediksi beberapa faktor utama untuk mengambil momentum dan memperkuat pergeseran struktur yang terjadi di sektor ini.

    Pertama, mengejar transaksi platform, tren akuisisi platform logistik cenderung meningkat dibandingkan aset satuan. Investor mendapatkan jaringan penyewa dan skala pencapaian dengan cepat melalui rute transaksi yang kompleks ini.

    Akuisisi platform yang dilakukan melalui merger atau privatisasi, juga memberikan cara tambahan untuk mengakses dan berekspansi ke sektor logistik.

    Kedua, institusionalisasi secara cepat. Investor terbesar di dunia berinvestasi lebih banyak pada sektor logistik. Selain itu, sebagian besar pasokan baru di sektor ini merupakan aset logistik modern berskala besar untuk tingkat institusi. Sehingga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dari institusi.  

    Ketiga, potensi pertumbuhan nilai. Meskipun pertumbuhan nilai diperkirakan akan melambat selama 2020 dan 2023, investor tetap optimistis terhadap pendorong struktural sektor logistik.

    Dia mengatakan nilai modal diperkirakan tetap kuat secara relatif, dengan kompresi imbal hasil sedang di beberapa pasar di wilayah tersebut.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id