Jembatan Sei Alalak, Ikon Baru Kalimantan Selatan

    Rizkie Fauzian - 18 Mei 2020 22:28 WIB
    Jembatan Sei Alalak, Ikon Baru Kalimantan Selatan
    Pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan capai 65,74 persen. Jembatan yang menjadi ikon baru di Kalsel tersebut ditargetkan rampung Maret 2021.

    Jembatan sepanjang 850 meter tersebut akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun. Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp278,4 miliar.

    Jembatan tersebut akan menjadi jalur utama yang menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konektivitas antar wilayah diperlukan agar pergerakan orang, barang dan logistik lebih cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

    "Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2020.

    Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo mengatakan saat ini progres konstruksinya telah mencapai 65,74 persen dengan memasuki tahap pekerjaan bentang utama yaitu struktur pylon, counterweight, dan box traffic.

    "Kendala pelaksanaan pekerjaan akibat pandemi ini adalah dari segi ketersediaan tenaga kerja terampil dan mobilisasi peralatan," ungkapnya.

    Penyelesaian jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19. Menurutnya kondisi sekarang ini, disebut sebagai “The New Normal”, dimana harus bisa survive melewati pandemi ini dengan baik dan dapat mengantisipasinya dalam pelaksanaan pekerjaan.

    Untuk itu, Budi mengatakan di tengah Pandemi Covid-19 pihaknya tetap berupaya agar pekerjaan tetap berlangsung agar pelaksanaan Penggantian Jembatan Sei Alalak dapat diselesaikan sesuai target.

    Pekerjaan pembangunan dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears contract).

    Jembatan tersebut didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton.

    Selain itu, juga telah diperhitungkan kekuatan jembatan ini dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layan hingga 100 tahun.

    Selama pekerjaan Jembatan Sei Alalak, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2 dan seiring dengan diselesaikannya pembangunan jembatan tersebut, direncanakan juga akan dilakukan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1.



    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id