Fasilitas Observasi Khusus Covid-19 di Lamongan Diresmikan

    Rizkie Fauzian - 18 Juni 2020 16:52 WIB
    Fasilitas Observasi Khusus Covid-19 di Lamongan Diresmikan
    Fasilitas observasi terhadap penyakit menular khususnya covid-19 di Lamongan. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi terhadap penyakit infeksi menular khususnya covid-19 di Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

    Fasilitas observasi tersebut akan menambah kapasitas tampung pasien covid-19 yang dirawat di RSUD dr. Soegiri Lamongan. Fasilitas tersebut dibangun dengan biaya Rp37,92 miliar yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.
     
    Wamen PUPR John Wempi Wetipo mengatakan penambahan fasilitas ruang observasi dan isolasi rumah sakit ini berdasarkan permintaan Bupati Lamongan yang disetujui oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
     
    "Kementerian PUPR mulai membangun ruang isolasi pada 1 Mei 2020 dan selesai pada 3 Juni 2020. Jumlah ruangan yang dibangun adalah 82 tempat tidur, melalui skema rancang bangun (design and build)," jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2020.

    Beroperasinya Fasilitas Observasi Terhadap Penyakit Infeksi Emerging di Kabupaten Lamongan diharapkan akan dapat membantu pengendalian laju penyebaran covid-19 di Provinsi Jawa Timur.

    Fasilitas isolasi dan observasi tersebut dibangun di atas lahan seluas 6.180 meter persegi yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Lokasinya berjarak 132 meter dari RSUD dr. Soegiri Lamongan.

    Rumah sakit dengan dengan ruang perawatan yang terpisah bagi setiap pasien yakni 75 tempat tidur observasi dan tujuh tempat tidur isolasi. Adapun fasilitas yang dibangun yaitu bangunan screening yang terdiri dari laboratorium, X-Ray, ruang petugas, administrasi dan farmasi.

    Bangunan Karantina 1 yang terdiri dari 25 tempat tidur observasi, ruang tindakan, ruang dokter, dan mobile X-Ray. Bangunan Karantina 2 terdiri dari 50 tempat tidur observasi, ruang tindakan dan ruang dokter.

    Bangunan Isolasi terdiri dari tujuh tempat tidur, ruang dokter dan perawat, serta ruang jenazah. Bangunan satelit terdiri dari ruang sterilisasi, gizi, laundry, alat medis operasional, dan farmasi.

    Dibangun juga powerhouse, ruang pompa dan ground water tank, tempat sampah, penataan landscape, parkir umum dan dokter serta pagar keliling.

    (KIE)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id