Baabul Munawwar, Masjid di Bawah Tanah Papua

    Rizkie Fauzian - 16 Oktober 2021 18:21 WIB
    Baabul Munawwar, Masjid di Bawah Tanah Papua
    Masjid Baabul Munawwar berada di Tembagapura, Timika, Papua. Foto: Youtube Freeport Indonesia



    Jakarta: Masjid Baabul Munawwar berada di Tembagapura, Timika, Papua. Berbeda dengan masjid biasanya, Baabul Munawwar dibangun di kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan tanah.

    Masjid ini dibangun di area tambang milik PT Freeport Indonesia sebagai upaya pemenuhan fasilitas ibadah untuk karyawan. Masjid kedua di area tambang diresmikan pada Juni 2016.
     
    Masjid Baabul Munawwar dirancang oleh arsitek Alexander Mone yang merupakan lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Andrew Parhusip lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
    Baabul Munawwar, Masjid di Bawah Tanah Papua
    Dari struktur bangunan, Masjid Baabul Munawwar sangat berbeda dengan lainnya. Tidak ada kubah atau menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid hanya dinding perut bumi dan beberapa lampu gantung sebagai penerangan.
     
    Selain itu, hal yang membedakan Masjid Baabul Munawwar dengan rumah ibadah yang lain yaitu teknologi sirkulasi yang digunakan untuk membuang udara kotor yang ada di dalam ke luar masjid.

    Sejarah perjalanan Islam

    Masjid Baabul Munawwar yang menyerupai gua kental dengan sejarah perjalanan Islam. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar mengatakan, gua sangat dihargai dalam agama Islam. Sebab, banyak peristiwa penting yang dialami oleh para nabi dan rasul saat berada di gua. 
     Baabul Munawwar, Masjid di Bawah Tanah Papua
    "Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira. Nabi Musa menerima taurat juga di gua. Nabi Isa, lahir di gua," kata Nasarudin, dikutip Media Indonesia.
     
    Mantan Wakil Menteri Agama itu juga menyebutkan, mengenai gua juga disebutkan di dalam beberapa ayat dalam Al Quran. "Ada Surah Al-Kahfi. Ada ayat tentang Gua Hira," kata dia.

    Simbol toleransi 

    Selain tempat ibadah, Masjid Baabul Munawwar juga bisa disebut sebagai simbol toleransi. Sebab, di sampingya berdiri Gereja Oikumene Soteria.
     
    Pembangunan dua rumah ibadah itu dilakukan untuk memfasilitasi pekerja untuk beribadah. Fasilitas tersebut dianggap efesien meningkatkan kinerja pekerka karena tidak perlu keluar areal tambang untuj menunaikan kewajiban sebagai umat beragama.
     Baabul Munawwar, Masjid di Bawah Tanah Papua
    Kedua rumah ibadah itu hanya dipisahkan oleh sebuah ruangan. Ruangan tersebut difungsikan sebagai tempat menyucikan diri sebelum menunaikan ibadah. 
     
    Pembangunan Masjid Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria telah memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Masjid dan Gereja di Lokasi Terdalam.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id